Pages

Assalamualaikum... Selamat datang di duniaku, enjoy my blog
Tampilkan postingan dengan label Singapore. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Singapore. Tampilkan semua postingan

Kamis, 30 Oktober 2014

Backpacker ke Singapore dan Kuala Lumpur hari ke 4

Senin,  12 Mei 2014
"Melaka, I'm coming"

Hari ini kami bangun benar-benar pagi karena tidak ingin melewatkan kesempatan sebagai salah satu dari 60 orang yang akan naik ke Menara Petronas. Dari buku yang aku baca, setiap hari hanya ada 60 orang yang beruntung untuk naik ke Petronas secara gratis. Jadi mumpung sedang berada di KL, kesempatan yang satu ini tidak boleh dilewatkan.

Pukul 7.30 kami sudah keluar dari hotel menuju KLCC. Setiba di Suria KLCC kami berputar-putar mencari tempat masuk untuk naik ke atas. Ternyata tempatnya tidak jauh, dari pintu masuk utama langsung ambil kekiri, dari sana tinggal ikuti saja petunjuk yang ada.
Sudah banyak juga turis yang mengantri
Kami ikut ambil bagian untuk mengantri, sudah lumayan banyak turis-turis yang mengantri. Ketika melihat disekeliling, mataku tertuju pada tulisan didinding, yaitu daftar harga tiket. Segera ku tanyakan pada petugas yang ada disana, ternyata benar, sejak 2012 dikenakan biaya untuk naik ke atas. Kalo aku tidak salah ingat, untuk harga tiket dewasa dikenakan 80 MYR, cukup mahal kan? Lebih mahal dari harga tiket bus untuk kembali ke Singapura sehingga kami putuskan untuk tidak jadi naik.

Untuk mengisi waktu yang masih ada, aku ajak teman-teman menuju taman belakang Suria KLCC.

Wow ternyata taman belakang ini cukup luas juga. Ada jogging track, kolam air mancur hias, beberapa kursi dan jembatan kecil. Kami yang mau save tenaga, tidak terlalu tertarik untuk mengelilinginya sehingga kami hanya bersantai dipinggiran kolam.

Action ka Tuti..

kok pada ketawa sih..
Ini baru sukses
Pukul 09.30 kami lanjut ke TBS. Sampai di TBS pas banget bus yang akan membawa kami ke Melaka berada diantrian berikutnya. Sedikit saja kami terlambat, terpaksa harus membeli tiket untuk keberangkatan selanjutnya yang entah masih ada atau tidak, mengingat kami juga kemarin malam kehabisan tiket kereta menuju Singapur untuk keberangkatan hari itu.

Busnya sangat nyaman, aku suka. Lucunya aku dan kak Aulia sempat menjemur beberapa potong pakaian yang masih basah yang kuletakkan dipangkuanku.
Enjoy this journey

Cepet kering yaa..
Perjalanan dari TBS ke Melaka melalui jalanan yang dihiasi pohon dikanan kiri. Sayangnya aku tidak terlalu memperhatikan keluar saat di dalam bus. Perjalanan yang memakan waktu hampir 3 jam itu kami habiskan untuk tidur, mengingat kami memang kurang tidur beberapa hari ini.

Setiba di Melaka Sentral kami menuju tempat penjualan tiket ke Singapore. Saat itu waktu menunjukkan pukul 12an siang, dan keberangkatan bus ke Singapore pada pukul 3 siang. Kami segera menitip tas lalu lanjut mencari bus Panorama menuju Stadtyus. Tempat ini mirip dengan Putrajaya Sentral, bus-bus bersusun di koridornya yang sudah tertulis nomor dan tujuan. Tidak susah mencari bus ke Stadtyus karena dari jauh sudah akan terlihat antrian panjang untuk menaiki bus, berbeda dengan bus lain yang didepannya cukup lengang.

Jalan-jalan di Melaka cukup padat dihiasi dengan rumah-rumah dan gedung-gedung bergaya kuno. Disini juga terlihat banyak hotel dan penginapan. Mengingat waktu yang kami punya hanya setengah jam disini, setiba di Stadtyus kami menyebar untuk berkeliling masing-masing. Bagiku, tempat ini sangat menarik dan enak untuk dinikmati. Mungkin perlu waktu satu atau dua hari baru akan puas berada disini. Aku bertekad bahwa suatu hari nanti aku akan kembali dan bermalam disini.
Here is Stadtyus

Kayak di Belanda yah
Peace..
Tia in action
Setelah setengah jam berkeliling, kami kembali ke tempat awal kami turun untuk menunggu bus yang akan membawa kami kembali ke Melaka Sentral.
Santai menunggu bis pulang ke Melaka Central
Setiba di Melaka Sentral, Kami berpencar lagi, Kak Tuti dan Mutia sholat sedang aku dan Kak Aulia pergi membeli tiket ke Singapur, Alhamdulillah tiket yang tersisa untuk keberangkatan ke Singapur pukul 3 masih cukup untuk kami berempat. Waktu yang sempit menyebabkan aku tidak sempat untuk sholat di sana. Pukul 3 teng bus pun berangkat. Pada perjalanan kali ini aku mendapatkan pengalaman yang sangat berharga. Karena aku tidak sempat untuk sholat di Melaka Sentral tadi, aku terpaksa sholat di dalam bis. Sebelumnya aku tidak pernah melakukan hal seperti ini, untungnya aku selalu membawa panduan sholat lengkap jika bepergian dan kak Tuti juga memberikan beberapa penjelasan mengenai itu.

Ketika aku mulai mengangkat takbir, aku merasakan haru yang luar biasa. Aku berusaha keras menahan tangis namun rasa itu semakin menjadi, dan air mata itu pun mengalir tak terbendung. Sore itu aku mendapat pelajaran yang sangat berarti yaitu bahwa aku jangan menyianyiakan waktu yang aku miliki untuk beribadah tanpa ada gangguan.

Sekitar pukul 7 malam kami tiba di Golden Mile Complex Singapore. Malam itu rencananya kami akan pergi ke Garden By The Bay, tapi sebelumnya kami sholat dan makan dulu. Secara kebetulan kami menemukan Masjid Sultan yang berada di Arab St. Sebelum berangkat, mesjid ini sangat direkomendasikan oleh teman yang berada di Singapore. Benar saja ketika selesai sholat kami bertemu beberapa teman dari Indonesia dan menanyakan beberapa hal mengenai hostel murah dan tempat makan halal di sini.

Setelah makanj di restoran padang yang ada di dekat masjid, kami lanjut ke MRT Nicoll Highway menuju GBTB. Kalo kamu ke Singapore, yang satu ini jangan sampai terlewat, menikmati indahnya Supertrees dengan kerlip lampu warna warninya.
Kayak di film-film yah..

Penampakan Singapore flyer saat malam

Bagus kan?

Ini baru namanya "ngegembel", hahaha..
Pukul 11 malam kami kembali ke Arab St. untuk istirahat dipenginapan kami yang berdekatan dengan Masjid Sultan.

Rincian biaya hari ke 4 :


Rincian biaya h4 di Malaysian dan Singapore

Kamis, 04 September 2014

Backpacker ke Singapore dan Kuala Lumpur hari ke 3

Senin, 12 Mei 2014
"Awesome Kuala Lumpur"

Hari ini kami bangun kesiangan. Habis sholat subuh, semua tertidur lagi. Alhasil, jam 11 kami baru mulai perjalanan hari ke 2 di Kuala Lumpur. Tempat pertama yang kami tuju adalah TBS untuk membeli tiket bus ke Melaka esok hari. Dari TBS lanjut ke Putrajaya, tiket KLIA dari TBS ke Putrajaya lumayan mahal, 5.3 MYR padahal biasanya sekitar 1-2 MYR saja sekali jalan dengan Monorail, KTM ato RapidKL. Hampir saja kami tidak jadi, tapi setelah berunding, kami putuskan untuk tetap berangkat ke Putrajaya dan beruntung kami tetap berangkat karena berkeliling Putrajaya adalah pengalaman yang sangat luar biasa. Tempat-tempat disana sangat amazing, aku belum pernah memasuki tempat seperti ini sebelumnya.
at TBS

Perjalanan dari TBS ke Putrajaya cukup lama, sekitar setengah jam. Tiba di stasiun KLIA Putrajaya kami turun ke bawah menuju Putrajaya Sentral. Disana terparkir bus-bus yang akan membawa kita ke berbagai tujuan seputar Putrajaya. Kami naik bus Alamanda no. 5 dengan tujuan Masjid Putra. Walo bus masih kosong, tapi bus tetap jalan. Di Bus ini kita bayar ketika naik dengan memasukkan uang ke dalam mesin yang ada di samping supir dan mesin ini juga akan langsung mengeluarkan nota plus kembalian.
Supir Bus Alamanda in action

Tiba di masjid, pas azan zuhur berkumandang. Pengennya sih ikut sholat berjamaah, tapi karena luasnya area  masjid, kami urung sholat berjamaah. kami berkeliling dahulu mencari makan, tapi sayang, kami juga tidak menemukan restoran yang menu dan harganya cocok, he.
Suasana di bagian pelataran bawah Masjid Putra
Suasana didalam Masjid Putra

Pemandangan di samping masjid

Pelataran depan masjid

Setelah sholat dan melihat-lihat sekitar masjid, kami pergi ke tempat awal kami turun dari bus. Kurang lebih satu jam menunggu sampai boring banget, baru ada bus yang singgah. Kenapa? karena area Putrajaya ini sangat luas, sehingga perjalanan dari masjid Putra ke Putrajaya Sentral memakan waktu setengah jam.
Boring menunggu bus

Lanjut perjalanan ke KL Sentral. Di KL Sentral kami sempatkan makan dan kemudian lanjut ke Padang Jawa. Dari Padang Jawa kami naik taxi ke I City. Nah ini juga pengalaman yang tidak sama seperti cerita yang aku baca. Dari yang aku baca berdasarkan pengalaman teman-teman, naik taxi dari padang jawa ke I City hanya membayar sebesar 6-10 MYR, tapi ketika kami disana harga termurah adalah 15 MYR. Karena ternyata hanya ada deretan taxi itu, terpaksa kami deal dengan harga yang diajukan.
Diperjalanan menuju I City azan berkumandang, kami tetap lanjut. Sampai I City hari sudah gelap.
I City

Tempat pertama yang kami masuki adalah Snow Walk. Sayang kami datangnya malam sehingga harga sudah naik jadi 40 MYR, sedangkan jika datang pagi sebelum tengah hari harga 1 tiket dewasa hanya 30 MYR, harga ini sudah termasuk sewa jaket, tapi tidak termasuk sewa sepatu.

Masuk Snow Walk ternyata hanya kami pengunjungnya saat itu, mungkin karena waktunya pas magrib. Tapi setelah beberapa lama, barulah datang pengunjung yang lain. Sebelumnya aku tidak pernah ke wahana salju manapun, apalagi bertemu dengan salju sungguhan, jadi ini untuk pertama kalinya. Keadaan didalam sangat dingin, kata petugas diluar suhunya sekitar -5 derajat celsius. Kak Aulia saja sampai keluar lagi saking dinginnya. Hanya aku dan Mutia yang mencoba semua wahana. Kami berdua nekat, sayang sudah bayar mahal-mahal tapi tidak dicoba semua..hehe..
Brrrrr....
Setelah mencoba semua, kami minta berfoto bareng dengan teman-teman yang menjaga wahana ini. Mereka seru dan membantu banget.
Foto bareng penjaga Snow Walk

Wahana selanjutnya yang kami masuki adalah Red Carpet. Disini letaknya patung orang-orang terkenal. Mirip dengan Madame Tussauds hanya bedanya sebagian patung disini berkulit lembut seperti kulit asli dan sebagian ada juga yang bisa bergerak.
Kondangan dulu :D

Patung yang kulitnya lembut dan bisa kita cubit adalah ratu Elizabeth dibagian jarinya, Jang geum di bagian pipinya. Jadi tidak semua bagian tubuh patung berkulit seperti asli.
Tia berhasil mengalahkan Kapten Jack

Ibu Refma mau pidato dulu, dengarkan ya..
Beberapa patung yang bisa bergerak adalah patung yang berdiri di tangga sebagai penyambut tamu. Ketika kita lewat di depannya, otomatis patung ini akan membungkuk, jadi jangan kaget ya. Patung kedua adalah patung Michael Jackson. Ketika kita mendekati patung ini, tangannya akan segera bergerak sebagaimana gerakan khas seorang MJ.
Kak Tuti membahas rumus fisika bersama Om Eistein

kak Aulia belajar Kung Fu dengan Bruce Lee

Setelah puas berfoto di Red Carpet, waktunya berkeliling taman lampu yang sangat luas diluar. Bermacam-macam bentuk dan warna lampu ada disini.
Kak Tuti di rerimbunan pohon cemara
Tia di Taman kaktus
Kak Aulia di antara tanaman bunga matahari
Tinggallah aku di taman antah berantah, hahaha..
Balik dari I City ke Padang Jawa, taxi semakin bertingkah dengan menaruh harga 20 MYR. Awalnya kami berkeras hati, kami mencoba mencari taxi lain, namun hasilnya nihil dan tidak ada pilihan lain selain balik ke taxi yang memang mangkal dengan tujuan padang jawa. Jadi untuk kamu yang akan ke I City, aku hanya berpesan tidak usah mencari alternatif harga dengan mencari taxi lain, karena itu akan sia-sia dan membuat malu diri sendiri saja. Apa yang terjadi dengan kami, tidak usah lagi terulang pada kamu semua.

Sampai Padang Jawa hari sudah pukul 11 malam. Perjalanan padang jawa ke Kl Sentral memakan waktu kurang lebih 1 jam. Selain kami, hanya ada 2 orang lain yang menunggu kereta. Masuk kereta suasana sangat sepi karena gerbong kosong hanya ada kami dan beberapa penumpang lain. Karena kelelahan kami semua tertidur sampai tiba di Kl Sentral. Dari KL Sentral kami berusaha mencari kereta menuju Bukit Bintang yang berada di gedung sebelah. Kami keluar dan berusaha masuk gedung diseberang. Pintu-pintu sudah tertutup, tapi satpamnya memperbolehkan kami masuk namun harus memutar dulu karena pagar juga sudah terbentang selebar gedung. Berhasil masuk, mall ini juga sudah tutup semua. Kami hanya keluar masuk lorong, terjebak didalam mall. Kesana kemari yang ada hanya pintu dan lorong yang kosong. Kami putuskan untuk melompat keluar dan ternyata kami masuk tempat partkir yang juga sudah tutup, hanya ada beberapa orang pekerja bangunan yang mungkin memang bekerja pada malam hari. Kami baru sadar bahwa itu sudah tengah malam dan sia-sia saja untuk terus mencari stasiun monorel. Selanjutnya kami fokus mencari jalan keluar. Tiba diluar, perjuangan selanjutnya adalah mencari taxi yang akan mau mengantar kami ke Jl. Alor di Bukit Bintang. Dengan ragu-ragu kami menyetop taxi yang lewat namun alhamdulillah ada yang singgah dan supirnya baik, mau dibayar dengan argo.

Sungguh petualangan yang sangat menegangkan. Di negeri bahkan dikampung sendiri saja aku tidak pernah keluyuran dijalan sampai tengah malam, tapi dinegeri orang, hal ini cukup menantang, hahaha... hanya hamdalah yang terucap karena kami masih sehat dan selamat.

Rincian biaya hari ke 3 :

Rincian biaya h3

Kamis, 19 Juni 2014

Backpacker ke Singapore dan Kuala Lumpur hari ke 2

Minggu, 11 Mei 2014
“OMG.. Kuala Lumpur”

Jam 12.15 bis baru datang, delay setengah jam nih ceritanya,, hehe.. padahal delay lebih lama pun aku tak masalah, supaya tiba di TBS benar-benar pagi.

Ternyata perkiraanku meleset, perjalanan lancar dan hanya memakan waktu 3,5 jam, alhasil ketika jam ditanganku masih menunjukkan jam 3.30 wita dengan mata yang masih ngantuk dan pegel-pegel seluruh badan yang belum hilang kami harus kembali memanggul tas keluar dari bis memasuki TBS. TBS sudah sunyi, banyak orang tidur di koridor, tapi ku ajak teman-teman untuk masuk kedalam, mencari kursi tunggu untuk meluruskan badan. Namun lucunya, kursi tunggu sudah full booked oleh orang-orang seperti kami. Ada sih bapak-bapak yang kasian melihat kami dan memberikan sebagian kursi yang sudah dikuasainya untuk kami duduki. Tapi hanya untuk duduk, tidak muat untuk selonjoran. "Makasih deh pak" dalam hatiku.
Welcome to TBS

Ku ajak lagi teman-teman ke arah pojok terminal dimana aku melihat ada beberapa kursi dipinggiran yang kosong, lumayan walo dapat separo-separo, tapi kan teman sendiri.
Narsis di setiap kesempatan :-D
Jujur aku tak bisa tidur, aku merasa memiliki tanggung jawab lebih terhadap semuanya. Teman-teman kupersilakan tidur untuk nanti bergantian berjaga. Aku hanya selonjoran dan sesekali berjalan berkeliling melihat-lihat serta mendatangi stand informasi untuk menanyakan beberapa hal mengenai Kuala Lumpur. Si om yang jaga memberiku peta KTM. Sayangnya, peta Kuala Lumpur tidak ada disini, mereka hanya memberikan peta Putrajaya. Jika ingin mendapatkan peta Kuala Lumpur, kamu bisa mendapatkannya di KL Sentral.
Suasana TBS sebelum subuh
Pukul 5 subuh lewat sedikit, aku membangunkan Kak Tuti untuk berganti baju dan sholat. Sementara Kak Aulia juga ku bangunkan untuk bergantian berjaga.
Selanjutnya aku dan Kak Tuti berjaga, Kak Aulia dan Mutia berganti baju dan sholat. Tandas/toilet yang terdekat dengan kami, tidak memungkinkan untuk mandi, sehingga kami hanya bisa berganti baju.

Pukul setengah 7, kami semua siap melanjutkan perjalanan menuju kota Kuala Lumpur. Dari TBS kami naik LRT menuju Hang Tuang, dari Hang Tuah lanjut ke Bukit Bintang dengan Monorail. Jujur ya, selama satu hari pertama di KL kami mengalami EMPAT kali kesalahan dalam menggunakan transportasi ini. Padahal sebelumnya aku sudah terbiasa menggunakan BTS, MRT dan City Line selama di Bangkok. Kesalahan PERTAMA adalah ketika naik Monorail dari Hang Tuah ke Bukit Bintang. Kesalahan ini dikarenakan suara pemberitahuan di dalam kereta salah menyebutkan nama stasiun berikutnya. Ketika di Stasiun Imbi, tidak ada suara pemberitahuan. Ketika di Bukit Bintang ada pemberitahuan yang mengatakan bahwa itu stasiun Imbi. Ketika di Raja Chulan baru ada pemberitahuan kalo itu stasiun Bukit Bintang. Turunlah kami dan benar saja, kami berada di stasiun Raja Chulan. Tapi yang tertipu tidak hanya kami, ada beberapa turis lain yang ingin turun di Bukit Bintang juga turun di Raja Chulan seperti kami. Untungnya ada penyeberangan dibawah dan kami bisa naik kereta dengan arah sebaliknya untuk kembali turun di Stasiun Bukit Bintang.
"Quote" lucu yang ku temukan di Stasiun Hang Tuang
Turun di stasiun Bukit Bintang, Kak Aulia segera bertanya arah jalan menuju Jalan Alor tempat hotel kami berada. Pak petugas menunjukkan jalan kecil yang berada persis dibelakang kursi duduknya. Kami menyusuri lorong sempit pertokoan lalu berbelok kekanan melintasi pondasi bangunan yang sedang dalam tahap pengerjaan, lalu keluar di jalan raya yang agak sempit, menyeberang ke gang yang ramai dengan restoran-restoran china dan disitulah jalan Alor. Tak jauh dari situ, kelihatan hotel berwarna hijau berlambang buah apel, nah itulah hotel kami, Apple Hotel.
Keliatan ga Apple Hotelnya?
Sampai di Apple Hotel, waktu baru menunjukkan pukul 9 pagi dan resepsionis hanya membolehkan kami masuk kamar pada pukul 2 siang. Wow.. padahal sejak di TBS kami sudah merubah jadwal untuk bersih-bersih dan beristirahat saja pagi sampai zuhur. Tapi dengan kenyataan seperti ini, terpaksa kami harus merelakan harapan menjadi angan-angan.

Kami titipkan tas di resepsionis, lalu cari makan dan jalan-jalan dulu sampai waktu zuhur. Setelah jauh berkeliling, namun tak ada tempat makan halal yang kami temukan, aku putuskan untuk pergi saja ke mesjid Jamek siapa tahu disekitar mesjid ada orang berjualanan makanan halal.

Dari Bukit Bintang kami kembali naik Monorail dan lagi-lagi salah naik. Arah monorail yang kami naiki ke Raja Chulan bukan ke arah Mesjid Jamek, hahaha... Dengan sigap kami keluar di stasiun Raja Chulan dan turun lewat bawah untuk naik kembali menuju stasiun Mesjid Jamek. Teng!! ini baru kesalahan KEDUA.

Kamis, 29 Mei 2014

Backpacker ke Singapore dan Kuala Lumpur Hari Pertama

Jum'at, 9 Mei 2014
"Harap-harap cemas"

Aku berpisah dengan rombongan diklat bendahara persis didepan pintu masuk keberangkatan bandara Juanda Surabaya. Setelah menitipkan koper dengan Mbak Wiwik dan Fadli, aku melangkah enjoy menuju anjungan untuk menunggu teman-teman dari Banjarmasin.

Sebenarnya aku sangat capek setelah sembilan hari diklat di kelas plus empat hari Observasi Lapangan di Kota Batu Malang, namun inilah kesempatannya, tak mungkin aku sia-siakan. Alhasil, berangkatlah aku dan tiga orang teman lain ke Singapura dan Kuala Lumpur. Berbekal sebuah tas ransel dan sebuah tas jinjing, aku mantap. Apapun yang terjadi, semua sudah terlanjur, maju terus pantang mundurrr... He.

Tepat pukul enam, sepuluh menit lebih awal dari perkiraanku, teman-teman dari Banjarmasin tiba di Juanda. Aku langsung mengajak mereka menuju Shuttle Bus ke Terminal 2. Lumayan jauh menurutku dan lumayan lama, karena harus melewati kota yang sore itu agak macet.

Oia, perkenalkan teman-teman dalam perjalananku kali ini, yaitu Kak Tuti dan Kak Aulia temanku satu rumah dan Mutia adiknya Kak Aulia. Englishnya lancar loh, lumayan bisa maju kalo aku kehabisan modal,, wkwkwk...

Setiba diterminal 2 Juanda, teman-teman langsung sholat kemudian cari makan. Situasi di terminal 2 cukup lengang, mungkin karena baru sehingga tidak banyak stand yang ada. Kursi duduk pun tak terlihat terkecuali kursi di restoran. Setelah beres semua, kami cek in dan langsung naik ke atas, keruang tunggu. Sekali lagi, mungkin karena baru, kurasa petunjuk disini masih kurang sehingga kami harus bertanya arah dahulu sebelum sampai ke ruang tunggu.
Suasana di Terminal 2 Bandara Juanda Surabaya
Ruang tunggu disini tidak seperti di terminal 1 yang dipisahkan oleh dinding. Disini hanyalah kursi yang disusun dan diberi batas ditiap pintu keluar dengan nomor gate.
Aktifitas di ruang tunggu, dan dimanapun anda berada, hehehe..

Narsis dulu ah..
Pesawat kami delay setengah jam, namun itu tidak mengurangi semangat kami. Bayang-bayang petualangan seru terus melintas diotakku.

Seperti biasa, didalam pesawat aku selalu berusaha untuk tidur, sampi waktunya landing. Pemandangan malam dari atas sangat indah. Lampu-lampu disana sini, sejauh mata memandang. Kebetulan aku duduk disamping jendela, jadi bisa sepuasnya melihat-lihat kebawah sampai lupa sama traumaku.

Kamis, 22 Mei 2014

Changi Airport Singapore

Changi Tower
Aku mau share sedikit tentang bandara Changi di Singapore. Bandara ke-5 tersibuk di dunia ini terpilih sebagai Bandara Terbaik di dunia oleh majalah Business Traveller (UK) selama 26 tahun berturut-turut. Bandara ini juga memudahkan para pengunjungnya dengan menyediakan lebih dari 550 stan internet dan akses wifi diseluruh sudut bandara.
Nah Kali ini aku akan berbagi informasi mengenai taman-taman unik disetiap terminalnya yang kuambil dari Buku Panduan Bandara Changi Airpot Singapore.

Changi Airport memiliki tiga terminal dengan kelebihan masing-masing, yaitu :

Terminal 1.
Salah satu maskapai yang beroperasi di Terminal 1 Air Asia.

Keunikan Terminal 1 Changi Airport :
1. Kreasi hujan kinetis/Kinetik Rain. Instalasi seni ini adalah kreasi patung kinetik terbesar di dunia. Saksikan tarian kreasi dengan gerakan yang presisi dan mengalir ini di lantai 2.

Kinetik rain

2. Taman daun bundar. Nikmati pemandangan dengan udara yang menyegarkan di dek luar ruangan lantai 2.
3. Pohon sosial. Atraksi interaktif yang canggih ini memungkinkan pengunjung berbagi foto dan video secara langsung di profil jejaring sosialnya dan mengambilnya saat berkunjung lagi ke bandara. Taman ini terletak di lantai 2.
4. Taman kaktus. Taman pemenang penghargaan ini memamerkan lebih dari 400 spesies kaktus dan sukulen dari Afrika dan Amerika. Taman ini terletak di lantai 3.
5. Kolam renang di atap. Kolam yang bertema Bali ini sempurna untuk berenang sejenak sebelum penerbangan kamu. Kolam ini juga terletak di lantai 3.

Terminal 2.
Salah satu maskapai yang beroperasi di Terminal 2 adalah Tiger Air.

Keunikan Terminal 2 Changi Airport :
1. Taman Ajaib. Dengan atmosfer surgawi, bagian tengah taman terdiri dari empat kreasi buket bunga kaca raksasa yang didekorasi dengan bunga dan tanaman pakis. Taman ini terletak di lantai 2.
Taman ajaib yang cantik
Taman ajaib bagian belakang

2. Zona Xperience. Tonton acara olahraga terbaru di layar besar dengan tempat duduk yang nyaman atau biarkan kreatifitas  kamu berkembang di stan e-postcard interaktif, dimana kamu dapat berfoto, menambahkan ikon Singapura yang unik dan membaginya dengan orang-orang yang disayang lewat email. Zona ini terletak di lantai 2.
3. Taman Anggrek. Taman ini memiliki berbagai tanaman anggrek terbaik dan terindah serta hibridanya. Taman ini juga terletak di lantai 2.
Taman anggrek yang indah
Bermacam-macam spesies anggrek ada disini

4. Pameran peranakan dan pameran porselen asia. Satukan diri kamu dalam seni warisan peranakan heritage yang kaya dan keindahan keramik Asia kuno. Tempat ini terletak di lantai 2.
5. Taman bunga matahari. Ini adalah taman bunga matahari di saat siang dan pesta kebun bertema cahaya saat malam hari. Takjublah oleh simulasi cahaya kunang-kunang, jalur bambu bercahaya dan struktur berbentuk bambu di sepanjang jalan. Taman ini terletak di lantai 3.
Taman bunga matahari yang kecil di lantai 2
Taman bunga matahari
6. Dek Hiburan. Sibukkan diri dengan pengalaman game yang lengkap serta carilah teater film yang mudah ditemukan. Tempat ini terletak di lantai 3.

Terminal 3.
Salah satu maskapai yang beroperasi di  Terminal 3 adalah Lion Air.

1. Kolam Koi. Nikmati gerakan indah dari ikan koi yang menakjubkan ini saat berenang menjelajahi arus pelan di kolam, sambil melihat dedaunan hijau di sekeliling. Kolam ini terletak di lantai 2.
2. Taman kupu-kupu. Taman kupu-kupu di bandara pertama di dunia ini dirancang sebagai habitat kupu-kupu tropis dengan berbagai tanaman bunga, tanaman rimbun dan air terjun gua berukuran 6 meter. Taman ini terletak di lantai 2 dan 3.
3. Teater Film. Bagi penggemar film, ini adalah kesempatan anda untuk mengetahui perkembangan film DVD terbaru. Duduk dan bersantai saat kamu menonton. Teater ini terletak di lantai 3.

Jangan bersedih jika kamu sedang berada di salah satu terminal, karena jika kamu ingin menjumpai semua tempat ini, di sediakan skytrain dari terminal satu ke terminal yang lain.

Berikut lokasi naik atau turun skytrain Changi Airport :
Skytrain Terminal 1 terletak di lantai 2 pintu 5
Skytrain Terminal 2 terletak di lantai 2 pintu 1
Skytrain Terminal 3 terletak di lantai 2 pintu 8.


Have a nice experience in Changi Airport..