Pages

Assalamualaikum... Selamat datang di duniaku, enjoy my blog
Tampilkan postingan dengan label THAILAND. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label THAILAND. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Januari 2015

Ost film Yes or No 1

Masih bertema Thailand, hari ini aku mau share beberapa lagu soundtrack dari Film Yes or no 1.

Ok, tidak usah banyak cingcong, ini dia :






Have fun with the songs kha :D

Yes or No

Kamis, 15 Januari 2015

Luktarn, my favorite singer from Thailand

Sawasdee kha thok khun, sabai dee mai kha?

Hari ini aku mau share beberapa lagu dari Penyanyi Thailand favorit ku. Namanya ลูกตาล alias Luktarn. Dia cantik dan imut. Wajahnya Thailand banget, suaranya bagus, bisa nari n akting juga. Lucu deh.

Aku suka nyanyiin lagu-lagunya, tentunya dengan lirik yang acakadul :D, soalnya susah banget nemuin lirik dari lagu-lagu Thailand apalagi jika tidak tau judul. Jadi, kalo mau nyanyi, seadanya aja lah.. haha..

Keinginan menambah koleksi lagu-lagu Thailand khusus dari penyanyi cewek membuatku browsing sana-sini. Biasanya lagu-lagu yang ku download adalah ost film-film yang kutonton. Tapi sejak aku punya aplikasi radio online yang ku download untuk mendengarkan Pynk FM (yang ternyata juga udah ga ada), aku jadi pindah mendengarkan Wafe FM yang sering muterin lagu-lagu Thailand. Sayangnya lagu-lagu itu hanya bisa ku dengarkan saat online dan akhirnya kucoba download lewat Youtube. Itulah jalan termudah untuk mendapatkan lagu-lagu Thailand. Lebih gampang mencari di youtube daripada browsing di laman google. Dari file video, akan ku konvert ke bentuk mp3 dan bisa ku dengarkan kapan saja aku mau.

Ini dia lagunya, semoga kamu suka. Btw, karena ga tau judulnya, lagu-lagu ini aku beri nama sesuai dengan urutan aku mendapatkannya.

Luktarn 1

Luktarn 2

Luktarn 3

Luktarn 4

Luktarn 5

Luktarn 6

Luktarn


Kamis, 08 Mei 2014

Tempat shooting film-film Thailand

Hai semua, Swaddee kha thok khun..

Hari ini aku mau bahas sesuatu yang masih berhubungan dengan Thailand. Lagi-lagi Thailand, semoga ga bosan ya :D.
Kamu pasti udah ga asing lagi dengan kehebohan dunia perkoreaan akhir-akhir ini. Banyak mereka yang hobi nonton film korea mengikuti trend berbusana hingga sekarang. Tak sedikit pula mereka pergi ke korea hanya untuk melihat secara langsung tempat shooting film kesayangan mereka. Nah apa yang terjadi dengan film Thailand tidak jauh beda, hanya saja masih belum banyak mereka yang memproklamirkan cintanya terhadap film-film Thailand.
Khusus buat kamu yang sudah jatuh cinta sama film-film dan budaya Thailand, maka tulisan ini patut kamu simak.

Aku akan membagikan sedikit informasi mengenai beberapa tempat shooting film-film Thailand.

1. Jembatan Taman Nasional Kaen Krancan
Tempat ini menjadi salah satu tempat shooting film Little Thing Called Love. Yaitu diadegan ketika Nam ikut Top dan teman-temannya pergi bertamasya. Disana ada adegan Shone dan Nam berduaan dijembatan. Nah ini dia jembatannya J.


2. Jembatan Rama VIII
Banyak film Thailand yang bersetting disekitar jembatan ini seperti Seven Something, Best of Time dan Fabulous 30. Untuk menuju kesini mudah saja, tinggal sebutkan saja pada supir taksi, pasti semua tau. Jika penginapan kamu berada didekat jalur BTS ato MRT, kamu pergi saja ke Stasiun MRT Hua Lamphong lalu lanjut menggunakan taksi ke Jembatan Rama VIII.
Jika penginapan kamu berada disekitar Tha Thien Pier (Dermaga/Pelabuhan) kamu bisa naik boat dan turun di Phra Arthit.


3. Taman Lumpini (Lumphini Park)
Terletak didaerah silom, bisa sampai disana dengan menggunakan BTS dan turun di Stasiun BTS Sala Daeng, Silom ato Lumphini. Tempat ini juga dijadikan setting film Seven Something.


4. Rangsit University.
Ada yang kenal dengan Tina Jittaleela? Ato Kim dan Pie? Kalo kamu kenal mereka, aku jamin kamu juga tau tentang Rangsit University. Itu lo, kampus keren tempat shooting fim Yes or No.
Untuk ke RSU, kamu tinggal naik BTS dan turun di stasiun BTS Mo Chit, lanjut dengan menggunakan taxi hanya bayar 160 baht. Di sana kamu bisa menemukan tugu RSU yang berada persis didepan, Pra Sri Rattana Rahm (tempat upacara), kolam air mancur dan sedikit berputar ke belakang ada asrama Kim dan Pie :D
Tugu RSU

Taman air mancur


5. Planetarium
Tempat ini menjadi salah satu lokasi shooting film Bangkok Traffic Light Story (BTLS). Untuk menuju planetarium juga tidak susah, cukup berhenti di BTS Ekkamai, kemudian lanjut bertanya dengan siapa saja yang ada, hehehe.. Sayang kemarin kami tidak membawa cukup informasi sehingga tidak sempat ke sana.



6. BTS dan MRT
Dari namanya sudah pasti tempat ini dipakai dalam film BTLS. Paling mudah untuk menemukan BTS, karena BTS termasuk alat transportasi utama masyarakat Bangkok.
Film Fabulous 30 sempat mengambil gambar di stasiun MRT ketika Por mengikuti Phi Ja saat berangkat bekerja. Setting lain film ini adalah BTS, Grand Palace, Ocean World Pattaya.
Kereta BTS

Stasiun MRT


7. Wat Phumin
Kalo kamu sudah nonton film Yon 1, pasti kamu juga nonton kelanjutannya yaitu Yon 2. Nah, di Yon 2 ada lokasi yang cukup menyita perhatian ku, yaitu kuil yang didatangi Kim dan Yam, yaitu Wat Phumin yang terletak di Propinsi Nan, di bagian utara Thailand.




8. Wat Pho
Tempat ini di gunakan Oh Lek untuk mempraktekkan bahasa mandarinnya. Untuk ke Wat Pho kamu bisa naik MRT dan turun di stasiun MRT Hua Lamphong, lanjut naik taxi dengan biaya 50 baht. Untuk masuk Wat Pho kita akan dikenakan biaya 100 Baht per orang.


9. Wat Arun
Untuk ke tempat ini hanya berjalan kaki dari wat Pho, lalu menyebrang naik Ferry dengan membayar 3 Baht. Film BTLS sempat mengambil adegan berlatar tempat ini pada malam hari, sehingga pemandangan terlihat indah dan romantis J


10. Central World
Film Chai Kod Love Chop Kod Like pas Tong (Bolt) menembak Meena di sana. Aku juga sempat kesana karena kehabisan tujuan. Kebetulan di map ada promo mall baru, sekalian aja di coba.



11. Chatuchak Weekend Market (JJ Market)
Pasar terbesar di Bangkok dan menjadi salah satu weekend market terbesar di dunia ini terletak persis di bawah stasiun BTS Mo Chit dan diatas Stasiun MRT Chatuchak Park, sehingga memudahkan kita untuk kesana. Film yang aku tau pernah shooting disini adalah Yon 1.


12. 7 Eleven
Bagi yang sudah pernah ke Bangkok, pasti sudah ga asing lagi dengan tempat yang satu ini. 7 Eleven tersebar diseluruh penjuru Bangkok bahkan jaraknya sangat berdekatan. Tempat ini menjadi sangat bersejarah bagi si ganteng Top Ittipat, Milyuner Tao Kae Noi..



13. Mae Nak Shrine
Tempat ini mungkin tidak termasuk tempat shooting film, tetapi tempat ini merupakan bangunan yang menyimpan banyak hal berkaitan dengan cerita Mae Nak. Di bangun oleh pemerintah Thailand untuk menghormati Mae Nak.
Mae Nak Shrine terletak di dalam area Wat Mahabut. Untuk datang ke tempat ini, kamu bisa naik BTS dan turun di Stasiun Phrakanong ato On Nut, kemudian lanjut dengan taxi dengan menyebutkan tujuan ke Wat Mahabut.
Cerita tentang Mae Nak ini di filmkan dalam tiga versi yaitu Nang Nak yang merupakan versi asli, Mae Nak versi horornya dan yang terbaru Pee Mak phrakanong versi komedi yang baru rilis awal 2013 lalu.



Buat kamu-kamu yang suka film-film Thailand, dan berkesempatan datang kesana, tempat-tempat diatas patut kamu perhitungkan.

Kamis, 10 April 2014

BTS, MRT dan ARL Bangkok, THailand

Kali ini aku mau sedikit sharing tentang BTS, MRT dan ARL alat transportasi termudah dan nyaman di Bangkok.

BTS atau Bangkok Skytrain adalah transportasi yang bebas macet dan mudah digunakan. Bagi kamu yang ingin jalan-jalan di Bangkok moda transportasi ini sangat cocok karena mudah, jelas harga dan tujuannya. Kalo kamu menggunakan transportasi ini, dijamin ga kepanasan dan ga nyasar, soalnya semua petunjuknya jelas.

Sebelum loket masuk terdapat tempat penukaran uang. Di tempat penukaran uang kamu akan mendapatkan uang koin untuk dimasukkan di mesin tiket sejumlah harga menuju tempat tujuan kamu. Jangan khawatir mengenai kembalian uang, karena sebesar apapun uang yang kamu serahkan, pasti akan mendapatkan kembalian yang lengkap. Jadi sebenarnya tempat ini juga pas untuk kamu yang memerlukan uang kecil.
Suasana di salah satu Stasiun BTS/
tempat pembelian tiket manual yang selalu memiliki kembalian

Setelah kamu mendapatkan uang pecahan ato koinnya, lihat harga di samping mesin tiket. Dari situ, kamu ingin pergi kemana, harganya sudah tercantum.
Daftar harga sekali jalan dari Stasiun Bang Chak
Kemudian kamu pilih harga dibagian no. 1. Masukkan koin sejumlah harga yang diminta dibangian no. 2. Setelah semua koin yang diminta kamu masukkan, maka tiket akan keluar dibagian no. 3
Mesin tiket dengan 3 bagian
Mesin pembelian tiket ini hanya menerima koin 10, 5 dan 1 baht. Jika kamu memasukkan koin 2 baht, maka koin 2 bahtmu akan keluar dengan sendirinya. Mesin ini juga akan memberikan kembalian secara otomatis. Misalnya kamu akan berangkat ketempat tujuan dengan harga 44 baht dan kamu memasukkan uang 50 baht, maka dari mesin akan keluar koin sejumlah kembalian kamu, yaitu 6 baht. Canggih ya :)
Uang kembalian akan keluar di bagian no. 3 seperti gambar diatas, ato jika ada 4 bagian, maka uang kembalian akan keluar dibagian no. 4 seperti gambar dibawah ini
Mesin tiket dengan 4 bagian
Tiket BTS Single Journey (sekali jalan)
Masukkan tiket di tempat yang disediakan sesuai arah panah dipojok kiri tiket.
Tiket akan keluar di atas mesin masuk.
Masukkan tiket sesuai petunjuk panah
Yang perlu kamu ingat adalah nama stasiun terakhir dari BTS yang akan kamu naiki. Dua ujung BTS itu adalah Mo Chit dan Bearing.
Misalnya kamu berada di BTS Asok ingin pergi ke BTS Siam, ujung dari BTS Siam adalah MO Chit, maka ikutilah petunjuk yang mengarah ke Mo Chit.
Tapi jika kamu ingin pergi ke arah yang berlawanan, maka kamu harus mengikuti semua petunjuk yang mengarahkan ke Bearing.
Selalu perhatikan petunjuk agar tidak salah naik kereta

Kereta akan datang sekitar lima menit sekali. Selama menunggu kereta jangan lupa memperhatikan garis panah yang terdapat dilantai. Garis yang miring kekanan, kekiri dan menjorok keluar adalah garis antri untuk penumpang yang akan naik kereta, sedangkan garis yang lurus menjorok kedalam adalah garis jalan keluar bagi penumpang yang didalam kereta.
Garis petunjuk yang terdapat dilantai
Antrilah sesuai petunjuk garis panah

Antrian ketika padat penumpang, biasanya terjadi di stasiun terujung yaitu Mo Chit
dan ketika pintu kereta terbuka, dahulukanlan penumpang yang keluar.
O iya, jangan coba-coba melongokkan kepala ingin melihat rel kereta dibawah, karena akan segera diprit oleh petugas yang ada disetiap stasiun. Berdirilan dibelakang garis kuning.
Berdirilah dibelakang garis kuning
Didalam BTS semua petuntuk sudah tertera dengan jelas. Diatas pintu keluar masuk terdapat gambar line BTS. Setiap dua meter terdapat pintu keluar masuk. Dan setiap dua meter juga terdapat monitor yang akan memberitahukan statsiun pemberhentian selanjutnya.
Monitor di dalam BTS
Setelah kamu sampai ditempat tujuan, masukkan lagi tiket ditempat yang disediakan dan keluarlah mengikuti petunjuk yang sudah ada.
Jika kamu ingin melanjutkan perjalanan menggunakan MRT, pastikan kamu sudah keluar dulu dari stasiun BTS, baru kemudian cari petunjuk menuju MRT.
BTS ini terbagi menjadi dua jalur. Pertama BTS Sukhumvit Line. BTS ini beroperasi dengan rute Bearing-Mo Chit. Jalur kedua yaitu Silom Line yang beroperasi dengan rute National Stadium-Wong Wian Yai.

MRT atau Mass Rapid Transit adalah kereta yang beroperasi di bawah tanah. Cara menaikinya sama dengan BTS. Hanya bedanya terdapat pada bentuk tiketnya.

Token/Tiket MRT

Cara menggunakannya hanya dengan ditempel pada bagian yang disediakan.
Tap/tempel token di bagian berwarna biru
MRT ini beroperasi dengan rute Hua Lamphong-Bang Sue.

ARL (Airport Rail Link) juga sama cara penggunaannya dengan BTS dan MRT.
ARL ini terbagi menjadi tiga yaitu ARL City Line, ARL Express Line/Makkasan Express Line dan ARL Phaya Thai Line/Phaya Thai Express Line. Namun katanya untuk dua kereta express terakhir keretanya lebih cepat dan harganya lebih mahal daripada ARL City Line.
Tiket ARL
Cara menggunakannya sama persis dengan cara menggunakan tiket MRT.
Hanya saja, jadwal keberangkatan kereta ini sedikit lebih lama daripada BTS dan MRT. Menurut pengalamanku, aku sempat menunggu kedatangan ARL City Line di Stasuin Makkasan sampai lima belas menit.

Bagi anda yang akan jalan-jalan ke Bangkok, sebaiknya anda memilih hotel/penginapan yang berdekatan dengan stasiun salah satu dari ketiga moda transportasi ini karena akan memudahkan aktifitas, menghemat waktu dan uang.

Nah sekian dulu sharing kali ini, semoga bermanfaat J


Jalan-Jalan ke Bangkok, Thailand (Hari ke 6)

“La Korn”

Selasa, 19 Nopember 2014

Ini hari terakhir kami di Bangkok. Pagi-pagi aku sudah mencari nasi untuk breakfast terakhir. Sayang sekali bibi yang biasa jualan nasi tok dimuka pabrik tidak ada. Pasar kecil-kecilan di depan pabrik pun tidak ada hari ini. Untung kemarin aku sudah ditunjukkan oleh Sheryl dimana aku bisa beli nasi tok selain di gang ini, yaitu dipasar yang berada dua blok dari gang kami, yaitu di Sukhumvit 95. Aku menuju kesana dengan cara keluar masuk gang sempit, lumayan menguji mental blusukanku.. hihihi...


Sebenarnya aku sangat menyukai suasana pagi di sini, udaranya bersih dan sejuk. Pemandangan yang tidak biasa ku temukan didaerah tempat tinggalku di Banjarmasin. Setiap pagi disini banyak masyarakat yang duduk-duduk dikursi ditepi jalan, adapula yang berdiri didepan rumah ato toko para pedagang dipasar pun tak ketinggalan. Mereka menyiapkan makanan didalam wadah ato dikantong kresek. Mereka menunggu para monk yang setiap pagi “berkeliaran” untuk memberi mereka sedekah berupa macam-macam makanan yang mereka punya dan sekalian untuk didoakan. Sayangnya aku tidak berani terang terangan mengambil gambar mereka. Aku hanya memperhatikan dari jauh.



Foto yang kuambil di Pasar pagi Sukhumvit 95

Mereka sangat menghormati para Monk. Kursi di BTS, MRT dan City Line pun diprioritaskan untuk Monk, ibu hamil dan anak-anak.
Negara ini sangat kaya dengan budaya dan mereka benar-benar  menjaga budaya mereka. Salut buat mereka.

Selesai breakfast, kami bergegas menuju bandara Suvarnabhumi. Kali ini kami kembali melalui rute pertama kali datang. Dari BTS Bang Chak turun di BTS Asok, lanjut ke MRT Sukhumvit turun di MRT Petchaburi lanjut lagi naik City Line Makassan terakhir turun di City Line Suvharnabhumi.

Waktu keberangkatan City Line berbeda dengan BTS dan MRT. Di sini kami menunggu cukup lama. Sesekali tedengar suara dari bagian informasi yang mengatakan bahwa kereta akan datang setiap 15 menit sekali.
Suasana di Stasiun City Line Makassan

Didalam City Line arah ke Suvharnabhumi ini kami melihat pemandangan yang lain dari biasanya, yaitu daerah yang terus mengarah keluar kota. Bangunan-bangunan dibawahnya lebih didominasi bangunan perumahan yang tersusun rapi warna dan bentuknya. Berbeda dengan bangunan di kota yang didominasi oleh bangunan-bangunan pencakar langit yang sangat bervariasi bentuk dan modelnya.

Sampai di bandara mulai lagi petualangan, agak tegang sedikit,, hiiiiiy. Disini ada banyak loket yang ukurannya besar dan luas yang ditandai dengan huruf-huruf di banner petunjuk berwarna kuning. Cukup banyak hurufnya, aku sendiri lupa ada berapa huruf saking banyak dan panjangnya lorong itu. Aku dan Dwi berpencar untuk mencari loket cek in keberangkatan kami. Kami berpisah di bawah Huruf J. Dwi ke arah huruf yang lebih awal, sedang aku kearah huruf setelah huruf J. Tapi karena tak mau susah mencari, aku tinggal bertanya pada petugas di loket informasi. Dengan ramah dan sigap pak petugas menunjuk huruf B di papan abjad yang terdapat diatas mejanya.

Alhamdulillah sudah bisa menghemat waktu dengan cara ini. Bagiku, kemanapun kita pergi, asal masih punya inisiatif untuk senyum dan menyapa, insyaallah semua akan menjadi mudah.

Lagi-lagi air mineral yang kubawa harus diambil, sama seperti kejadian di Bandara Juanda. Kali ini Dwi juga dicegat karena perlengkapan mandinya tidak dimasukkan ke dalam kantong. Dengan santai si mbak-mbak petugas membawa tas Dwi dan mebongkar isinya, mengambil perlengkapan mandi dan memasukkan semuanya ke kantong plastik setelah itu baru mempersilakan Dwi melanjutkan ke bagian berikutnya. Di bagian imigrasi semua berjalan lancar. Hanya saja jauh sekali perjalanan kami menuju ruang tunggu yaitu di terminal A2. Nah disana terkumpulah para penumpang yang akan berangkat ke Indonesia dengan pesawat yang sama.


 

Aku yang masih trauma naik pesawat hanya berusaha tidur dan tidur. Walo ada beberapa kali goncangan yang menyebabkan kami harus menggunakan sabuk pengaman, namun aku tetap berusaha tenang. J

Kami pulang lewat Jakarta dan menginap dua malam disana karena ingin mampir dulu di Istiqlal, Monas dan beli oleh-oleh di Tanah Abang.

Over all, this is a very-very nice advanture in my life. Hope next time i can do it again but in others country.

See u in my next trip na...

La korn Krungteph, chan mak kidtteung khun na...