Pages

Assalamualaikum... Selamat datang di duniaku, enjoy my blog
Tampilkan postingan dengan label LOUNGE. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label LOUNGE. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 Desember 2014

Mengenang 10 tahun

Hai semuanya,, ada yang tau hari ini tanggal berapa?
Yup, tanggal 26 Desember.
Apa yang terlintas dipikiranmu ketika mendengar tanggal 26 Desember?
Yup, tragedi tsunami di Aceh dengan ratusan ribu korban dan hari ini tepat 10 tahun terjadinya musibah tersebut.

Hari itu, minggu 26 Desember 2004. Sekitar pukul 9 pagi aku mengepel lantai sambil mendengarkan radio. Ketika sedang asik mendengarkan lagu, tiba-tiba dipotong untuk menyiarkan berita tentang musibah tsunami yang sedang terjadi di Aceh. Pembaca berita mengatakan jumlah korban jiwa mencapai 300 an orang, namun tak lama, berita diupdate lagi dengan mengabarkan bahwa jumlah korban jiwa sudah mencapai ribuan orang.

Sorry, ribuan? Waktu itu aku masih belum percaya dengan berita yang ku dengar. Namun ketika melihat berita di televisi malam harinya, barulah aku percaya dan ternyata berita di radio itu belum ada apa-apanya. Dari layar televisi aku bisa melihat bagaimana luar biasanya air menyeret dan menghanyutkan segala sesuatu yang dilaluinya. Hanya dalam hitungan menit, semua rata tersapu air. Benar-benar sebuah bencana yang maha dahsyat.

+++

Siang itu adikku diantar ayah ke sekolahnya di Martapura untuk mengikuti kegiatan Studi Tour ke Jogjakarta, waktu itu masih naik kapal. Tak sedikitpun ada perasaan cemas, karena kami belum melihat berita di televisi.

Seperti biasa, siang itu aku tidur dengan nyenyaknya, sampai tiba-tiba sekitar pukul 3 sore pintu kamarku diketuk dari luar.
Ayah muncul dengan membawa koran ditangannya. Ternyata ayah juga membeli koran di Martapura karena mendengar kabar bahwa pengumuman hasil seleksi CPNS akan diumumkan hari itu. Aku yang tidak berharap banyak tidak terlalu memperhatikan hal itu.
Kartu pesertaku. Masih unyu ya fotonya :D
“Ada namamu” kata ayah. “Coba cek lagi nomor pesertanya” katanya sambil meyodorkan halaman koran yang penuh dengan daftar nama peserta seleksi CPNS yang dinyatakan lulus.
Fotokopi koran Radar Banjarmasin tanggal 26 Desember 2004
Mendengar itu, aku langsung menjawab “Kalo memang ada namaku disana, berarti memang aku yang lulus” jawabku. Kenapa? Karena aku yakin sekali bahwa tidak ada nama orang yang sama persis dengan namaku, bahkan sampai hari ini keyakinan itu masih sama. Itulah enaknya punya nama agak sedikit beda dan sedikit aneh (menurutku), hehe… nama yang unik, tidak pasaran dan tanpa arti.
Liat namaku ga?
Dari cerita diatas, kamu bisa tahu bahwa hari ini ada moment lain yang kuperingati yaitu diterimanya aku sebagai CPNS dan hari ini, 26 Desember 2014, genap sudah 10 tahun aku berkecimpung didunia per PNS an.

10 tahun, bukan waktu yang sebentar. Selama itu, aku sudah 4 kali pindah tempat kerja dengan bermacam-macam alasan. Dalam kasusku, ini lebih pada keegoisan pejabat yang berkuasa, ketidakadilan sudah hilang, yang berkuasa dan yang berduit lah yang akan menang.

Dalam 10 tahun, aku juga sudah beberapa kali berganti tugas/jabatan dan tak jarang juga aku merangkap beberapa jabatan sekaligus. Bagiku, itu hal biasa karena setauku nyaris disemua kantor kekurangan tenaga profesional alias tenaga yang bisa dipercaya dan bertanggung jawab. Bahkan di BKD sendiripun masih kekurangan staf.

10 tahun, juga berarti aku sudah lepas dari perjanjian awal ketika diangkat sebagai PNS untuk tidak pindah keluar kota. Sekaranglah waktunya aku untuk pergi meninggalkan kota ini, kota yang setiap hari kuhabiskan disana, namun masih terasa asing bagiku.

+++

Hari itu, 26 desember 2004, ayahku sangat bersuka cita. Beliau sampai berkata “Abah sangat senang. Lebih senang kamu lulus sebagai PNS daripada mendapatkan intan”. Aku masih ingat persis kata-kata itu. Kata-kata yang menggambarkan kebahagiaannya dikarenakan kelulusanku. Maklum saja, karena di desa tempat tinggalku hanya aku seorang yang lulus dan karena menjadi PNS masih merupakan impian sebagian besar orang termasuk harapan ortu padaku dan adik-adikku.

Menjadi PNS tidak selamanya baik. Menjadi PNS juga tidak menjamin hidup dengan aman dan tenang. Memang menjadi PNS sepertinya terjamin dengan gaji bulanan yang rutin masuk ke rekening setiap awal bulan. Namun tak jarang aku menemukan teman-teman PNS yang gajinya minus ato mereka yang terjerat hutang.

Menjadi PNS juga antara surga dan neraka. Jujur, menurut analisisku, lebih banyak neraka daripada surganya. Jika tidak kuat iman dan memahami ilmu agama dengan benar, kita akan terjebak untuk melakukan hal-hal yang salah secara terus menerus dan berulang. Parahnya lagi hal seperti ini dilakukan turun temurun dan berjamaah.

Nah, bagi kita-kita yang sudah terlanjur, ingatlah kalimat ini, kalimat yang aku kutip dari sambutan Wakil Bupati Tanah Laut saat membuka acara sosialisasi untuk bendahara di lingkup Kab. Tanah Laut sebulan yang lalu.

Beliau berkata kurang lebih seperti ini “Kita tidak ditakdirkan menjadi guru, kita juga tidak ditakdirkan menjadi ustad, tapi kita ditakdirkan menjadi seorang PNS. Itu artinya disinilan ladang amal kita. Pekerjaan sebagai PNS adalah ibadah kita, karena itu, jujur dan bersungguh-sungguhlah dalam bekerja untuk mengumpulkan pahala, yang akan menjadi bekal diakhirat kelak”. Kalimat yang cukup simple, namun mempunyai makna yang besar. Semoga aku bisa selalu mengingat dan mengamalkan kalimat bijak ini.

Selain sisi negatif, tentunya ada juga sisi positif yang kudapat dari pekerjaan sebagai PNS, yaitu semenjak memiliki penghasilan sendiri, aku bisa membeli barang-barang yang aku suka. Aku juga membeli beberapa property sebagai tabungan. Selain itu aku juga bisa jalan-jalan di dalam maupun luar negeri dan sepertinya, sepuluh tahun sudah cukup bagiku untuk main, hura-hura, senang-senang menikmati hasil jerih payah pekerjaanku. Aku sudah memiliki segalanya, kecuali suami, hehe.. itulah yang menjadi targetku kedepan. Doakan ya J

Nah, sekian dulu ceritaku hari ini. Bahagia rasanya bisa mengenang kembali detik-detik yang menjadi titik awal lembaran baru dalam perjalanaan panjang dihidupku, sepuluh tahun yang lalu. (Maunya sih tahun ini ada lembaran baru lagi yang mengawali kisah lain di sisa umurku :D)

So, be a good girl ma, happy tenth in ur job and wish u get a honest person this year kha :)

Kamis, 06 November 2014

Suka duka pekerjaanku


All artis Kanla Pasar
Seperti hari-hari sebelumnya, rutinitas pagiku adalah ke kantor yang berjarak sekitar 4 km dari rumah sewaanku. Sekitar 6-7 jam, bahkan kadang sampai 9 jam aku dikantor. Pulang dari kantor lanjut kerjaan dirumah sampai malam. Semua pekerjaan aku atur sedemikian rupa sehingga aku sangat enjoy menjalaninya. Sebagian besar orang tidak suka dengan pekerjaan ini. Bendahara. Akupun salah satu dari sekian banyak orang yang mengindar jauh-jauh dari pekrjaan ini karena tanggung jawabnya yang lumayan besar. Bagaimana tidak karena pekerjaan ini berkenaan dengan uang dan laporan. Jika uang tidak pas, mau tidak mau kita sendiri yang mengganti dan jika laporan salah, kita sendiri yang harus memperbaiki.

Dengan segala keterbatasannku aku sangat menghindari uang yang bukan hakku. Ketika aku mengikuti Bimtek Bendahara Pengeluaran selama dua minggu di Hutan Kota Pelaihari, yang paling ku ingat bahwa tugas Bendahara Pengeluaran adalah menyimpan, membagikan dan melaporkan keuangan. Untungnya aku tidak usah repot-repot membuatkan SPJ kegiatan karena itu adalah tugas masing-masing dari si empunya kegiatan.

Seiring waktu berjalan, semua kerumitan dan keribetan tanggung jawab sebagai seorang Bendahara, lama-lama bisa aku nikmati. Aku makin terobsesi untuk menjadi semakin baik setiap harinya. Selalu saja ada ide yang aku dapat dari pengalaman dan kesalahan. Apa yang bisa membuat aku semakin baik, maka akan aku lakukan. Jika aku melakukan kesalahan, dilain waktu aku akan menjadi ingat dan sangat berhati-hati.

Dengan begitu banyaknya macam tugas Bendahara, aku semakin terbiasa untuk membagi waktu dan tenaga. Aku tidak mau menunda-nunda pekerjaan kecuali jika hari itu sudah tidak cukup waktu dan benar-benar tidak memungkinkan.

Dukanya menjadi Bendahara adalah jika SPJ sangat susah ditagih sedangkan yang lain juga memerlukan uang untuk kegiatan. Khusus diawal bulan, kami harus menggaji sekitar 60 an orang tenaga PTT.

Selain itu, jika laptop ato printer rusak, pekerjaan ku akan menumpuk dan perlu waktu khusus untuk menyelesaikannya nanti.

Jika uang sedang kosong, aku beresiko di “Mamai” alias di“ceramahi” oleh mereka yang berkepentingan. Padahal kan, yang membuat terlambat adalah mereka sendiri yang kebiasaan terlambat menyerahkan laporan kegiatan/SPJ, sehingga pekerjaanku juga akan terhambat. Ato versi lain, jika aku terlupa untuk menyisakan uang untuk mereka yang sudah minta dialokasikan, aku juga bisa dapat “ceramah”, hehe…

Hal yang sepele adalah jika ketika menerima SPJ aku tidak teliti. SPJ yang menumpuk sekitar 30 cm tingginya, mana mungkin aku periksa perlembar memastikan semuanya sudah benar. Aku hanya akan menghitung angka yang tertera di halaman depan kwitansinya, menjumlah dan kemudian menyerahkan uang sebesar itu. Dukanya adalah jika ketika aku input, aku menemukan ada SPJ yang tertinggal fotokopi nota, tanda tangan, cap ato yang lain, padahal sebelum sampai ketanganku, SPJ ini harus sudah mampir di tangan Verifikator.
Spj dari salah satu bidang

Selain itu, Jika ada yang perlu uang mendadak alias panjar dan tidak meninggalkan rincian, maka nanti aku akan bingung untuk memilah SPJnya yang mana. Ato mereka yang datang dengan menyerahkan setimbun SPJ dan sayangnya aku sedang tidak punya waktu untuk menghitung secara detail sehingga SPJ yang diserahkan aku terima mentah-mentah, hal ini beresiko SPJ yang aku terima jumlahnya tidak sesuai dengan uang yang aku bayarkan.

Untuk segala yang berhubungan dengan serah terima SPJ dan uang ini setiap kalinya aku usahakan untuk menjadi semakin baik dan teliti karena aku tidak mau kecolongan. Aku sangat teliti terhadap uang yang aku simpan dan buku keuanganku. Hampir setiap ada transaksi, sebelum pulang, aku sempatkan kroscek jumlah uang di buku dan di brankas. Jika terjadi selisih, maka aku akan segera mencari-cari sampai dapat. Alhamdulillah sampai bulan kesebelas masa jabatanku ini, baru minggu kemarin aku kecolongan yang terpaksa harus aku ganti Karen itu adalah kelalaianku. Tapi dengan adanya kejadian itu, dilain hari aku pasti akan ekstra hati-hati.
Lembur akhir tahun sampai malam
Bendahara juga mungkin akan sedikit menjadi sorotan dikantor jika bisa jalan-jalan dengan biaya pribadi ato jika punya sepatu dan tas baru, haha.. ini kayaknya khusus untuk cewek ya. Tapi yakin untuk yang satu ini tidak berlaku untukku, karena aku orangnya sederhana aja kok dan masih single, wajar jika uang hasil kerjaku aku tabung untuk bisa refreshing.

Duka lain sebagai Bendahara dan yang paling aku ga suka adalah susah untuk minta ijin ato cuti dikantor. Jika ingin jalan-jalan, aku harus mencari waktu yang kira-kira pekerjaanku longgar diwaktu itu ato jika tidak, aku beresiko kehilangan uang yang sudah aku pakai untuk membeli tiket dan boking hotel. Sekali lagi, hal ini adalah dikarenakan tugasku sebagai penyimpan dan pendistribusi uang kegiatan.

Selain beberapa duka diatas tentunya ada juga sukanya menjadi Bendahara.
Sukanya menjadi seorang Bendahara antara lain akan punya banyak teman dari SKPD lain, tapi rata-rata mereka adalah Bendahara juga, hehe.. ini karena Bendahara akan sering bertemu dalam rapat ato sosialisasi di Dinas Pendapatan dan di Bank ketika sama-sama mengambil duit.
Menjadi terkenal di kantor sendiri, itu sudah pasti. Karena hampir semua orang, sedikit banyak akan berurusan dengan Bendahara.

Kadang aku punya hiburan tersendiri jika mereka yang meminta dana dariku sedang “ceramah”, aku akan sering menggoda mereka. Entah masalah apalah yang kami bahas akan aku buat-buat hanya supaya tidak tegang. Itulah mengapa sehabis ceramah” suasana akan cair lagi. Besok-besok “ceramah“ lagi, tapi nanti becanda lagi. Sebenarnya bukan ceramah sih, hanya nada suara yang agak meninggi, tapi itu hanya becanda.

Menjadi Bendahara juga sering diprioritaskna dalam banyak hal di kantor. Mungkin ini lebih karena dananya ditanganku, he..

Jelas jika dijelas-jelaskan. Maksudnya, ketika kita menjadi seorang Bendahara dan berniat untuk full menjadi seorang Bendahara, maka cari tahulah apa saja tugas pokok kita, apa saja yang harus dilakukan sejak awal hingga akhir bulan. Apa saja urutan pekerjaan kita dan kepada siapa saja kita akan sering berurusan. Jika mendapat kesulitan, kemana saja kita harus bertanya. Simpan nomor kontak mereka dan jaga hubungan baik dengan mereka. Buat semuanya sejelas mungkin dan atur waktu untuk itu semua.

Juga menjadi kebahagiaan tersendiri bagiku jika aku bisa menyelesaikan semua tugas-tugasku sebelum target yang ditetapkan. Laporan selesai sebelum tanggal 10 setiap bulannya. Semua berkas-berkas tersusun rapi dan jelas di filling. File-file pekerjaan di laptop tertata rapi dalam folder dengan isinya yang selalu update.

Sebagian PNS golongan III yang menjadi Bendahara akan beruntung di promosikan untuk menduduki sebuah jabatan. Ini karena sebelumnya dia sudah terbukti bisa dipercaya ketika menjadi Bendahara ato bisa juga karena memiliki lebih banyak kenalan. Tapi untuk yang satu ini tidak berlaku padaku, karena aku hanya PNS golongan II/c yang sudah aku jalani hampir 10 tahun sejak hari pengumuman kelulusanku tanggal 26 Desember 2004 persis ketika tsunami terjadi di Aceh.

Itu tadi sebgaian duka dan suka ku menjadi seorang Bendahara.
Menghadapi bermacam-macam sifat manusia yang sebagian besar waktuku aku habiskan bersama mereka, sedikit banyak aku harus bisa menyesuaikan diri dengan tiap orang dari mereka. Tapi aku sering kangen masa-masa kebersamaan dikantor jika sedang ada cuti bersama. Aku juga sering kangen jika ada satu orang saja tidak hadir. Aku ingat dulu ketika aku masih bekerja di Kantor Camat Tambang Ulang, aku sering merindukan suasana kerja dan teman-teman kerjaku jika sedang libur bersama.

Hampir sepuluh tahun berkecimpung di dunia per PNS an, banyak sudah duka dan suka nya aku jalani. Pindah kesana kemari menambah banyak teman dan sodara. Dari tempat kerja yang dekat sampai yang terjauh sudah aku rasakan. Berganti-ganti jabatan membuat aku kaya akan pengetahuan dibidang itu. Operator KTP, Pengurus Barang, Bendahara Gaji, Bendahara Pengeluaran, Sekretaris PKK, Bendahara PPK, Sekretaris dan Bendahara Dharma Wanita pun sudah aku jalani. Dimanapun tempat kerjaku, itu akan menjadi rumah keduaku dan teman sekantorku akan selalu menjadi keluargaku.
Yang lain kerja, Bendaharanya malah berfoto-foto ria
Intinya, apapun tugas yang diembankan kepada kita, maksimallah dalam melakukannya. Insyaallah kebaikan akan datang dan kita akan enjoy menjalaninya.

Jum'at ceria
Warna warni hari Jum'at
Berantakannya kantorku.. hahaha... Peace !!!


So, be a good accountant kha :-)

Kamis, 21 Agustus 2014

Bus City Tour Jakarta

Aku pertama kali liat bus ini pas di dalam taxi pulang dari Tanah Abang menuju hotel di Jl. Hayam Wuruk. Busnya unik dan bagus. Makin unik lagi karena supir nya semua cewek. Bus ini adalah bus pariwisata yang akan membawa penumpang berkeliling di jalan-jalan utama kota Jakarta dengan gratis. Tapi per 1 Januari 2015 nanti, untuk naik bus ini akan dikenakan biaya.

Aku sangat tertarik untuk mencoba bus ini. Kebetulan pas pergi ke KL pertengahan Mei kemarin aku tidak sempat mencoba bus GO KL, maka ga apalah jika bus lokal ini sebagai gantinya, hehe..
Bus ini berhenti di beberapa halte. Halte terdekat yang bisa dengan mudah aku capai adalah halte Juanda yang berada diseberang Halte Busway Juanda persis di samping mesjid Istiqlal. Bus ini beroperasi mulai dari jam 9 pagi.

Hari terakhir di Jakarta masih ada waktu beberapa jam sebelum ke bandara. Subuh-subuh aku bersama tiga teman lain menyempatkan diri untuk sholat subuh berjamaah di Istiqlal. Sehabis sholat aku memisahkan diri karena tujuan kami berbeda. Teman-teman ingin beli oleh-oleh ke pasar senen sedangkan aku ingin pergi ke Kota tua dan mencoba bus City Tour.

Seperti biasa, aku sempatkan lagi untuk berkeliling disekitar Istiqlal. Ketika matahari mulai naik, akupun turun untuk mencari breakfast. Tempat berkumpulnya pedagang makanan pagi itu sepi, karena sebagian mereka ada yang sudah mulai berpuasa pada hari itu, 28 Juni 2014. Alhamdulillah ada satu tukang bubur yang masih berjualan.
Puncak monas masih terlihat menyala
Baru dapat spot lain yang lumayan :-)

Selesai makan aku lanjut ke Kota Tua dengan naik Busway. Tiba di Kota Tua suasana masih sepi. Sampah bertumpuk dimana-mana. Para penyedia jasa sewa sepeda masih membersihkan dan menyusun sepeda mereka. Sebagian petugas kebersihan terlihat masih menyapu sampah-sampah yang tersisa. Dari jauh kulihat seorang wanita berpakaian serba ungu memasuki halaman Museum Fatahillah. Dia adalah komunitas Manusia Batu sebagai Nonie Belanda. Aku sempatkan juga untuk berfoto dengannya. Seorang lagi dibelakangku sedang bersiap-siap, warna tubuhnya keperakan dengan baju berwarna keemasan.
Berpose dulu bareng sepeda-sepeda cantik
Foto bareng anak-anak Bogor, sayang sampah-sampah masih terlihat
Komunitas Manusia Batu "Nonie Belanda"

Aku melanjutkan bersepeda berkeliling ke arah Museum Pos Indonesia.Tak banyak yang bisa aku lakukan karena semua masih tutup.

Pukul 8 aku segera menuju halte Busway Kota. Ada yang mengecewakan disini. Ketika akan membeli tiket menuju Halte Juanda, aku diharuskan membeli e-tiket, tiket elektronik yang bisa diisi ulang. Harga perdananya 20 ribu untuk 5 kali pakai. Bukan masalah harga yang lebih mahal yang aku permasalahkan, tetapi tidak ada toleransi untuk penumpang yang berasal dari luar kota Jakarta.

Menurutku akan lebih bijak jika tiket ini tidak dipukul rata untuk setiap penumpang. Karena tidak semua orang akan memakainya lagi. Sebaiknya pembelian e-tiket hanya diwajibkan untuk masyarakat Jakarta yang sering bepergian dengan Busway, sedangkan bagi para penumpang yang berasal dari daerah lain boleh menggunakan tiket one way seperti biasa. Untuk memilahnya, Petugas bisa meminta KTP calon penumpang.

Akhirnya aku patungan bersama tiga calon penumpang lain. Satu dari Sulawesi dan dua lagi ayah dan anak dari Tangerang. E-tiket itu kami serahkan saja kepada ayah dan anak dari Tangerang, karena domisili mereka yang paling dekat dengan Jakarta.

Tiba di Halte Juanda aku langsung menyeberang ke halte City Tour. Tidak terlalu lama disana, tibalah bus yang ditunggu. Aku dan beberapa calon penumpang lain yang tadi bersamaku dihalte langsung menuju tangga untuk naik ke atas. Aku berhasil duduk didepan agar bisa puas menikmati pemandangan Ibukota.
Halte City Tour yang persis berseberangan dengan halte Busway Juanda

Suasana di tingkat atas bus

Pemandangan dari atas

Bus beberapa kali berhenti untuk menurunkan dan menaikkan penumpang. Ketika Bus memasuki wilayah Monas, aku turun ke bawah untuk melihat ibu supir dan guide yang sedang bekerja.
Disuatu halte, bus berhenti cukup lama, sehingga aku sempat berfoto bareng dengan ibu supir dan guidenya.

Suasana di tingkat bawah

tangga menuju keatas
Bu supir dan mbak guide sedang bekerja
Peaceee...
Actiooon...

Aku turun dihalte yang sama ketika aku naik karena persis berseberangan dengan halte Busway sehingga aku dapat dengan mudah kembali ke Hotel dengan menggunakan Busway lagi.
Bus City Tour Jakarta, bye..

Waktu masih tersisa dua jam sebelum waktunya cek out, kumanfaatkan untuk packing dan sholat zuhur. La Korn Jakarta..

Kamis, 24 Juli 2014

Ikhlas

“Ikhlas” adalah sebuah kata yang sangat sering kita dengar. Namun tahukah anda, bahwa untuk mengamalkannya butuh sebuah kebesaran hati yang sangat luar biasa.

Ikhlas adalah sebuah kata yang sangat gampang kita ucapkan namun sulit untuk kita jalankan.

Ramadahan kali ini aku benar-benar mencari kebenaran hatiku untuk melakukan yang namanya “ikhlas”.

Sebuah kalimat tajam yang terlontar dari mulut seseorang telah melukai hatiku teramat dalam. Sebuah kalimat yang seperti tidak berarti apa-apa baginya, namun sangat bermakna bagiku.

Karena itu, sangat aku garis bawahi bahwa dalam berbicara, kita harus mempertimbangkan terlebih dahulu kata demi kata yang akan keluar dari mulut kita. Jangan sampai sedikitpun melukai perasaan orang lain.

Malam-malam berikutnya aku sangat terganggu dengan emosi yang menguasai diri. Sampai pada suatu pagi aku membaca sebuah tulisan dari seseorang yang mampu meredam emosiku.

Nah kali ini aku mau sharing sedikit tentang tips untuk bisa benar-benar ikhlas versi ku.

1. Langkah pertama ketika kamu merasa disakiti/dizolimi tarik nafas dan hembuskan sampai kamu merasa bisa menguasai diri;
2. Ucapkan Alhamdulilah sambil mengingat/merasakan bahwa Allah sedang menatap kita dengan tersenyum;
3. Lupakan kalimat yang sudah menyakitimu, ingatlah bahwa itu adalah sebuah ujian untuk menaikkan derajat kita dan jika kita berhasil sabar melewatinya, insyaallah kita akan mendapatkan kebaikan yang datang besertanya;
4. Serahkan semua pada Allah dan tersenyumlah karena rahmat Allah akan segera datang kepadamu.

Ibaratkanlah hal yang meyakiti itu adlah pupuk. Walaupun pupuk itu kotor, bau namun pupuk akan menyuburkan tanaman. Begitu pula ketika kita merasa disakiti/dizolimi, ikhlaskan saja dan berbahagialah karena kita akan menjadi manusia yang lebih baik sestelah ini.

Adapun doa yang bisa kita baca ketika merasa terzolimi yaitu surah Al-A’raf ayat 23.
Al-A'raf 23

Doa ini adalah doa nabi Adam ketika diturunkan ke bumi. Ketika itu nabi Adam menyadari bahwa karena kesalahanya jualah sehingga dia dihukum dengan diturunkan ke bumi. Namun beliau segera bertobat atas semua kesalahannya. Begitu jualah hendaknya kita, insyafi kesalahan kita dan segera bertobat. Ikhlaskan semua yang telah lewat dan hadapi esok hari dengan perasaan lebih bahagia dan hidup yang lebih di berkahi.

Setelah kejadian ini, aku berharap kedepan aku akan mampu menguasai diri dan terus istiqomah dalam keikhlasan dengan hanya mengharap kasih sayang dan ridho Illahi. Amin.

Sekian dulu share kali ini, semoga bermanfaat.
Refma_Noura.

Yang mau sharing bisa hub. aku di :
Email : refmanoura@gmail.com
Whatsapp : +6285248380885

BBM : 74514400

Sabtu, 26 Oktober 2013

Fungsi positif dan negatif media sosial

Beberapa fungsi positif dan negatif ber-media sosial

Sebagian besar dari kita sedikit banyaknya pasti menggunakan media sosial, atau bahasa kerennya socmed, hehe. Semakin banyak jenis gadget yang dikeluarkan oleh produsen gadget, semakin menjamur pula berbagai macam socmed. Banyak sekali socmed yang sudah beredar dipasaran dan dapat didownload dengan gratis dan mudah. Kita tinggal memilih mana yang sedang trend digunakan atau sesuai keperluan. Yang masih hangat-hangatnya diperbincangkan adalah diresmikannya bbm untuk android, sehingga para pemilik android pun bisa menikmati layanan yang satu ini.
Kita pasti memiliki alasan tersendiri mengapa membuat akun pada sebuah socmed.
Selain dari fungsi yang seharusnya, dilihat dari gaya penggunanya, media sosial ini memiliki beberapa fungsi atau kegunaan. Ada yang positif dan ada yang negatif.

Diantara fungsi negatif itu antara lain : 
1. Ungkapan perasaan
Mengeluh. Saya sering jengkel melihat status-status orang yang mengeluh. Macam-macam yang dikeluhkan, tentang pekerjaan yang menumpuk, teman yang tidak cocok, pelajaran yang membosankan, pacar yang tidak setia, bahkan ada yang mengeluhkan sifat suami atau istrinya sendiri. Tahukah anda, bahwa mengeluh akan mendatangkan lebih banyak lagi hal serupa kedalam hidup anda.
Menyindir. Pengalaman membuktikan, mereka yang saling sindir di socmed, bukannya memperbaiki tapi malah memperburuk keadaan. Kata Ustad Maulana disalah satu ceramahnya yang berkaitan dengan status di socmed, beliau mengatakan bahwa sindiran di socmed lebih besar dosanya karena tulisan itu tetap ada dan bisa dibaca semua orang, termasuk orang yang dituju. Kecuali si penulis menghapus kemudian meminta maaf kepada orang yang dituju.

2. Pamer
Pamer merupakan jelmaan dari istilah sombong, juga narsis. Yang paling sering kita temui adalah check in di Bandara, atau sedang berada dimana. Saya jadi teringat kalimat seorang Tour guide di Jogja "jangan lupa foto-foto ya pak" katanya sambil tersenyum. "Orang Kalimantan itu lucu-lucu, belum afdol jalan-jalan kalau tetangga kanan kiri teman sana-sini tidak tau dia sedang jalan-jalan. diupdatelah foto dan status di twitter. Si tetangga dan si teman yang tau juga sama lucunya, ga afdol kalau belum minta oleh-oleh"
Hahaha,,, kami semua tertawa mendengar Kalimat itu, tau aja si Bapak. Tapi aku bukan salah satunya lo, aku tertawa karena memang banyak yang seperti itu.

3. Main hati
Nah ini bahaya. Waspada bagi mereka yang sedang patah hati atau kesepian, jangan biasakan mencari pelarian lewat socmed, karena seperti yang kita ketahui bersama, sudah banyak kejadian buruk menimpa orang yang menjalin hubungan di socmed. Maka bertemanlah dengan positif dan dalam batas-batas kewajaran.