Pages

Assalamualaikum... Selamat datang di duniaku, enjoy my blog
Tampilkan postingan dengan label Life. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Life. Tampilkan semua postingan

Rabu, 31 Desember 2014

Edisi Catatan Akhir Tahun

Hari ini bukan hari jum’at, hari dimana aku biasa memposting cerita-ceritaku.
Hari ini hari yang beda, karena hari ini adalah hari dipenghujung tahun 2014. Itu artinya, besok sudah hari pertama di tahun yang baru. Bukan bermaksud merayakan pergantian tahun, tapi karena ini adalah hari terakhir di tahun 2014, maka aku ingin mengevaluasi apa saja yang sudah aku jalani di tahun ini.

Tahun 2014 adalah tahun yang sangat bersahabat denganku. Aku lalui tahun ini dengan tenang, aman dan nyaman.

Dari bidang pekerjaan alhamdulillah aku tidak menemui hambatan ato masalah yang berarti. Sebaliknya, aku seperti dimudahkan, dilancarkan dan dibukakan jalan untuk menyelesaikan setiap tugas yang diamanahkan kepadaku.

Diakhir tahun pun alhamdulillah lancar terkendali. Finalnya sekitar pukul 11.30 pagi tadi, aku menutup buku keuangan kantor. Beda banget dengan 2 tahun sebelumnya yang penuh intrik, konflik dan air mata, hahaha.. yang pasti, itu bukan hasil karyaku #Colekygmerasa J.
Inilah tampilan layar laptop yang selalu ditunggu-tunggu setiap Bendahara :-)
Aku mendapatkan teman-teman baru yang luar biasa, keuangan tertata rapi, pelaporan selalu tepat waktu, pembangunan fisik alhamdulillah lancar, walo sempat ku tegur karena aku tidak bisa mengatur waktu jika pekerjaan datang mendadak.

Dalam hubungannya dengan pekerjaanku, hanya ada 2-3 teman yang masih susah untuk diatur, karena tidak ada rasa tanggung jawab terhadap pekerjaan sehingga tidak mau belajar. Dan untuk orang seperti ini, kuperhatikan dari tahun ke tahun, tidak ada kemajuan. Kami selalu membantu dan memotivasi, tapi memang orangnya yang tidak memiliki kemauan, ya sudahlah..

Diawal tahun 2014 juga aku memiliki bisnis baru yang kadang-kadang menyita waktu dan pikiranku, tapi lumayan dapat menjadi selingan ditengah-tengah pekerjaan kantor yang padat.

Di bidang keuangan, alhamdulillah lumayan. Walo penghasilanku tetap dan tak seberapa menurut ukuran teman-teman, tapi aku tak pernah mempermasalahkan hal itu. Aku selalu bersyukur terhadap apa yang aku dapat karena itu hasil jerih payahku dalam bekerja dan itu halal. Jadi tolong dicatet ya, tidak boleh ada yang iri. Aku bersyukur seberapapun yang aku terima dan itu selalu membuatku merasa berlimpah.

Di bidang asmara, mungkin aku belum beruntung. Pdkt dengan beberapa orang baru tak membuahkan hasil L. Ada satu yang aku bersemangat banget, tapi ketika dia mulai serius, akunya malah mundur. Kak Aulia juga sampai bingung dengan perubahan sikapku. Ada lagi satu yang jalannya santai, tapi kemajuannya juga santai dan sampai hari ini, kabarnya pun juga santai, haha..
Yang lain? Hanya keluar masuk dalam pembicaraan kami dirumah.

Sepertinya aku sudah mulai trauma untuk dekat dengan cowok, apa sebaiknya aku pindah haluan untuk coba dekat dengan cewek? Lohh..??? J.

Di bidang kesehatan, alhamdulillah aku sehat, sehat dan sehat. Keluarga? Juga alhamdulillah sehat, sehat dan sehat J.
Hubungan dengan keluarga dan teman pun, alhamdulillah baik, baik dan aman.

Sedangkan hal-hal yang spesial di tahun ini adalah ketika aku bersama tiga orang teman jalan-jalan ke Singapore dan Kuala Lumpur. Perjalanan ini amazing banget karena kami benar-benar bisa aku sebut sebagai backpacker sungguhan. Kami berempat hanya memakai ransel dan sebuah tas kecil. Tidur di hostel, terminal dan pelataran masjid. Hanya membawa beberapa potong pakaian yang diselang seling. Habis dipake seharian semalaman, basah karena keringat tapi besok-besok dipake lagi tanpa dicuci, hiiiy..

Kami juga menyadari betapa berharganya bisa sholat ditempat yang semestinya. Dalam perjalanan itu, kami sempat merasakan bagaimana sholat ditempat-tempat yang tidak biasa seperti di lorong yang sunyi di dekat toilet dan di dalam bis.

Kalo urusan makan, sudahlah, pinter-pinter kita aja mengatur asal tetap punya tenaga untuk melanjutkan petualangan.

Aku juga sempat kehilangan tiket MRT dan terancam bayar denda di negara 1001 larangan tersebut. Kami juga nyaris tidur di bawah Supertrees, tapi gagal karena terganggu oleh petugas yang mondar-mandir.

Perjalanan Sg-KL itu benar-benar menguji mental. Tidak pernah aku merasakan secapek itu, tapi dalam keadaan capek pun kami tetap harus jalan dan anehnya semangat kami tidak mudah dikalahkan.

Sekarang aku jadi bisa lebih enjoy diperjalanan-perjalanan selanjutnya yang ujiannya tidak seberat ketika perjalan awal mei tersebut.

Aku juga mendapatkan surprize di akhir tahun, yaitu bertemu dengan teman yang sebelumnya hanya kenal dan berkomunikasi di dunia maya. Dia tinggal di Denpasar dan kebetulan aku ditunjuk menggantikan bosku mengikuti sebuah diklat di Bali.

Sebelumnya aku juga sudah berencana bertemu dengan teman yang tinggal di Jakarta, namun sayang, pertemuan itu gagal karena aku tidak mood. Padahal kami sudah berada ditempat yang sama. Ga apa lah, kan di Jakarta juga, Insyaallah tahun depan bisa bertemu. Karena untuk Jakarta, hampir bisa dipastikan dalam setahun aku akan ada mampir kesana.

Well.. secara keseluruhan, tahun 2014 adalah tahun yang aman dan menyenangkan bagiku. Semua lancar kecuali di satu hal itu tadi, hehe..


Harapanku di tahun depan, semoga kelancaran serta kemudahan masih dan selalu menyertai setiap langkahku dan apa yang belum tercapai di tahun ini, tahun depan akan aku dapatkan. Aamiin J

Jumat, 26 Desember 2014

Mengenang 10 tahun

Hai semuanya,, ada yang tau hari ini tanggal berapa?
Yup, tanggal 26 Desember.
Apa yang terlintas dipikiranmu ketika mendengar tanggal 26 Desember?
Yup, tragedi tsunami di Aceh dengan ratusan ribu korban dan hari ini tepat 10 tahun terjadinya musibah tersebut.

Hari itu, minggu 26 Desember 2004. Sekitar pukul 9 pagi aku mengepel lantai sambil mendengarkan radio. Ketika sedang asik mendengarkan lagu, tiba-tiba dipotong untuk menyiarkan berita tentang musibah tsunami yang sedang terjadi di Aceh. Pembaca berita mengatakan jumlah korban jiwa mencapai 300 an orang, namun tak lama, berita diupdate lagi dengan mengabarkan bahwa jumlah korban jiwa sudah mencapai ribuan orang.

Sorry, ribuan? Waktu itu aku masih belum percaya dengan berita yang ku dengar. Namun ketika melihat berita di televisi malam harinya, barulah aku percaya dan ternyata berita di radio itu belum ada apa-apanya. Dari layar televisi aku bisa melihat bagaimana luar biasanya air menyeret dan menghanyutkan segala sesuatu yang dilaluinya. Hanya dalam hitungan menit, semua rata tersapu air. Benar-benar sebuah bencana yang maha dahsyat.

+++

Siang itu adikku diantar ayah ke sekolahnya di Martapura untuk mengikuti kegiatan Studi Tour ke Jogjakarta, waktu itu masih naik kapal. Tak sedikitpun ada perasaan cemas, karena kami belum melihat berita di televisi.

Seperti biasa, siang itu aku tidur dengan nyenyaknya, sampai tiba-tiba sekitar pukul 3 sore pintu kamarku diketuk dari luar.
Ayah muncul dengan membawa koran ditangannya. Ternyata ayah juga membeli koran di Martapura karena mendengar kabar bahwa pengumuman hasil seleksi CPNS akan diumumkan hari itu. Aku yang tidak berharap banyak tidak terlalu memperhatikan hal itu.
Kartu pesertaku. Masih unyu ya fotonya :D
“Ada namamu” kata ayah. “Coba cek lagi nomor pesertanya” katanya sambil meyodorkan halaman koran yang penuh dengan daftar nama peserta seleksi CPNS yang dinyatakan lulus.
Fotokopi koran Radar Banjarmasin tanggal 26 Desember 2004
Mendengar itu, aku langsung menjawab “Kalo memang ada namaku disana, berarti memang aku yang lulus” jawabku. Kenapa? Karena aku yakin sekali bahwa tidak ada nama orang yang sama persis dengan namaku, bahkan sampai hari ini keyakinan itu masih sama. Itulah enaknya punya nama agak sedikit beda dan sedikit aneh (menurutku), hehe… nama yang unik, tidak pasaran dan tanpa arti.
Liat namaku ga?
Dari cerita diatas, kamu bisa tahu bahwa hari ini ada moment lain yang kuperingati yaitu diterimanya aku sebagai CPNS dan hari ini, 26 Desember 2014, genap sudah 10 tahun aku berkecimpung didunia per PNS an.

10 tahun, bukan waktu yang sebentar. Selama itu, aku sudah 4 kali pindah tempat kerja dengan bermacam-macam alasan. Dalam kasusku, ini lebih pada keegoisan pejabat yang berkuasa, ketidakadilan sudah hilang, yang berkuasa dan yang berduit lah yang akan menang.

Dalam 10 tahun, aku juga sudah beberapa kali berganti tugas/jabatan dan tak jarang juga aku merangkap beberapa jabatan sekaligus. Bagiku, itu hal biasa karena setauku nyaris disemua kantor kekurangan tenaga profesional alias tenaga yang bisa dipercaya dan bertanggung jawab. Bahkan di BKD sendiripun masih kekurangan staf.

10 tahun, juga berarti aku sudah lepas dari perjanjian awal ketika diangkat sebagai PNS untuk tidak pindah keluar kota. Sekaranglah waktunya aku untuk pergi meninggalkan kota ini, kota yang setiap hari kuhabiskan disana, namun masih terasa asing bagiku.

+++

Hari itu, 26 desember 2004, ayahku sangat bersuka cita. Beliau sampai berkata “Abah sangat senang. Lebih senang kamu lulus sebagai PNS daripada mendapatkan intan”. Aku masih ingat persis kata-kata itu. Kata-kata yang menggambarkan kebahagiaannya dikarenakan kelulusanku. Maklum saja, karena di desa tempat tinggalku hanya aku seorang yang lulus dan karena menjadi PNS masih merupakan impian sebagian besar orang termasuk harapan ortu padaku dan adik-adikku.

Menjadi PNS tidak selamanya baik. Menjadi PNS juga tidak menjamin hidup dengan aman dan tenang. Memang menjadi PNS sepertinya terjamin dengan gaji bulanan yang rutin masuk ke rekening setiap awal bulan. Namun tak jarang aku menemukan teman-teman PNS yang gajinya minus ato mereka yang terjerat hutang.

Menjadi PNS juga antara surga dan neraka. Jujur, menurut analisisku, lebih banyak neraka daripada surganya. Jika tidak kuat iman dan memahami ilmu agama dengan benar, kita akan terjebak untuk melakukan hal-hal yang salah secara terus menerus dan berulang. Parahnya lagi hal seperti ini dilakukan turun temurun dan berjamaah.

Nah, bagi kita-kita yang sudah terlanjur, ingatlah kalimat ini, kalimat yang aku kutip dari sambutan Wakil Bupati Tanah Laut saat membuka acara sosialisasi untuk bendahara di lingkup Kab. Tanah Laut sebulan yang lalu.

Beliau berkata kurang lebih seperti ini “Kita tidak ditakdirkan menjadi guru, kita juga tidak ditakdirkan menjadi ustad, tapi kita ditakdirkan menjadi seorang PNS. Itu artinya disinilan ladang amal kita. Pekerjaan sebagai PNS adalah ibadah kita, karena itu, jujur dan bersungguh-sungguhlah dalam bekerja untuk mengumpulkan pahala, yang akan menjadi bekal diakhirat kelak”. Kalimat yang cukup simple, namun mempunyai makna yang besar. Semoga aku bisa selalu mengingat dan mengamalkan kalimat bijak ini.

Selain sisi negatif, tentunya ada juga sisi positif yang kudapat dari pekerjaan sebagai PNS, yaitu semenjak memiliki penghasilan sendiri, aku bisa membeli barang-barang yang aku suka. Aku juga membeli beberapa property sebagai tabungan. Selain itu aku juga bisa jalan-jalan di dalam maupun luar negeri dan sepertinya, sepuluh tahun sudah cukup bagiku untuk main, hura-hura, senang-senang menikmati hasil jerih payah pekerjaanku. Aku sudah memiliki segalanya, kecuali suami, hehe.. itulah yang menjadi targetku kedepan. Doakan ya J

Nah, sekian dulu ceritaku hari ini. Bahagia rasanya bisa mengenang kembali detik-detik yang menjadi titik awal lembaran baru dalam perjalanaan panjang dihidupku, sepuluh tahun yang lalu. (Maunya sih tahun ini ada lembaran baru lagi yang mengawali kisah lain di sisa umurku :D)

So, be a good girl ma, happy tenth in ur job and wish u get a honest person this year kha :)

Kamis, 24 Juli 2014

Ikhlas

“Ikhlas” adalah sebuah kata yang sangat sering kita dengar. Namun tahukah anda, bahwa untuk mengamalkannya butuh sebuah kebesaran hati yang sangat luar biasa.

Ikhlas adalah sebuah kata yang sangat gampang kita ucapkan namun sulit untuk kita jalankan.

Ramadahan kali ini aku benar-benar mencari kebenaran hatiku untuk melakukan yang namanya “ikhlas”.

Sebuah kalimat tajam yang terlontar dari mulut seseorang telah melukai hatiku teramat dalam. Sebuah kalimat yang seperti tidak berarti apa-apa baginya, namun sangat bermakna bagiku.

Karena itu, sangat aku garis bawahi bahwa dalam berbicara, kita harus mempertimbangkan terlebih dahulu kata demi kata yang akan keluar dari mulut kita. Jangan sampai sedikitpun melukai perasaan orang lain.

Malam-malam berikutnya aku sangat terganggu dengan emosi yang menguasai diri. Sampai pada suatu pagi aku membaca sebuah tulisan dari seseorang yang mampu meredam emosiku.

Nah kali ini aku mau sharing sedikit tentang tips untuk bisa benar-benar ikhlas versi ku.

1. Langkah pertama ketika kamu merasa disakiti/dizolimi tarik nafas dan hembuskan sampai kamu merasa bisa menguasai diri;
2. Ucapkan Alhamdulilah sambil mengingat/merasakan bahwa Allah sedang menatap kita dengan tersenyum;
3. Lupakan kalimat yang sudah menyakitimu, ingatlah bahwa itu adalah sebuah ujian untuk menaikkan derajat kita dan jika kita berhasil sabar melewatinya, insyaallah kita akan mendapatkan kebaikan yang datang besertanya;
4. Serahkan semua pada Allah dan tersenyumlah karena rahmat Allah akan segera datang kepadamu.

Ibaratkanlah hal yang meyakiti itu adlah pupuk. Walaupun pupuk itu kotor, bau namun pupuk akan menyuburkan tanaman. Begitu pula ketika kita merasa disakiti/dizolimi, ikhlaskan saja dan berbahagialah karena kita akan menjadi manusia yang lebih baik sestelah ini.

Adapun doa yang bisa kita baca ketika merasa terzolimi yaitu surah Al-A’raf ayat 23.
Al-A'raf 23

Doa ini adalah doa nabi Adam ketika diturunkan ke bumi. Ketika itu nabi Adam menyadari bahwa karena kesalahanya jualah sehingga dia dihukum dengan diturunkan ke bumi. Namun beliau segera bertobat atas semua kesalahannya. Begitu jualah hendaknya kita, insyafi kesalahan kita dan segera bertobat. Ikhlaskan semua yang telah lewat dan hadapi esok hari dengan perasaan lebih bahagia dan hidup yang lebih di berkahi.

Setelah kejadian ini, aku berharap kedepan aku akan mampu menguasai diri dan terus istiqomah dalam keikhlasan dengan hanya mengharap kasih sayang dan ridho Illahi. Amin.

Sekian dulu share kali ini, semoga bermanfaat.
Refma_Noura.

Yang mau sharing bisa hub. aku di :
Email : refmanoura@gmail.com
Whatsapp : +6285248380885

BBM : 74514400

Kamis, 01 Mei 2014

Konsep Diri

Terinspirasi dari salah satu pelajaran pada Bimtek Bendahara/Pembantu Bendahara pola kemitraan antara Pemerintah Kabupaten Tanah Laut dengan Bandiklatda Propinsi Kalimantan Selatan tahun 2014 yang saat ini sedang aku ikuti tentang konsep diri, disini aku akan mencoba untuk mendeskripsikan implementasinya terhadap diriku sendiri.

Nama lengkapku Refma Norawiyati, biasa dipanggil Ema. Aku bekerja di Pemerintah Kabupaten Tanah Laut sejak Januari 2005, jadi sekarang kurang lima bulan lagi, genap sudah sepuluh tahun aku mengabdi pada Pemerintah Kabupaten Tanah Laut. Sudah tua ya.. haha.. tapi masih banyak orang yang salah mengira bahwa aku adalah pegawai baru.

Diri ideal yang aku inginkan adalah menjadi manusia yang istiqomah dalam beribadah, seorang isteri dan ibu terbaik untuk suami serta anak-anakku, menjadi enterpreuner sukses dan menjadi kebanggan keluarga.

Sedangkan citra diri dari sudut pandang kuadran I (open area) dari segi kelebihan adalah bahwa aku bertanggung jawab, inisiatif, mau belajar, mudah bekerjasama dan berteman, sayang keluarga. Dari segi kelemahan aku kurang disiplin, sensitif, tidak tegaan, kurang tegas dan ini yang sedang aku usahakan untuk mengubahnya agar tercapai diri ideal yang aku harapkan.

Pada pertengahan 2007, aku mulai belajar tentang bisnis namun baru sekarang dapat terealisasi. Alhamdulillah awal tahun ini aku sudah memulai bisnis sendiri di bidang travel yang menjual tiket pesawat untuk penerbangan dalam dan luar negeri. Aku membuka usaha ini bersama seorang teman, Dwi. Kelebihan travel kami adalah bahwa kami menjual tiket luar negeri dimana travel-travel lain yang ada di Kota Pelaihari belum ada yang menjual. Ada sih satu travel yang menjual, namun hanya satu maskapai yang ditawarkan dan keberangkatan hanya lewat Jakarta sehingga itu menambah mahal biaya penerbangan dari Banjarmasin ke luar negeri. Tapi sanyangnya, masih sedikit orang yang berpikir untuk keluar negeri, hehe..

Bisnis lain yang aku minati adalah fashion. Karena badanku yang agak kecil, sehingga seringkali susah menemukan baju yang cocok, aku bertekad untuk menciptakan label sendiri khusus buat cewek-cewek berbadan kecil sepertiku. Aku senang merancang busana, memadukan warna, menambahkan aksen-aksen kecil yang cantik. Menurutku, bagaimanapun indah corak, warna dan lembutnya kain, serta mahalnya tapi jika jahitannya salah, maka rusaklah baju yang dihasilkan. Oleh karena itu, aku ingin sekali pandai menjahit agar bisa membuat seindah mungkin baju yang ku inginkan. Namun, sampai hari ini aku belum sempat untuk kursus menjahit. Mohon doanya ya semoga secepatnya niat ini bisa terwujud.. Amin...

Hobiku adalah membaca khususnya buku-buku Novel dan kumpulan cerpen islami. Lima tahun terakhir bacaanku bergeser menjadi buku-buku Inspirasi dan motivasi. Jika sedang bosan akupun suka menyelingi dengan membaca cerpen lucu ato komik, he. Tak salah pepatah yang mengatakan “Buku adalah jendela dunia”. Jika sedang membaca, aku sering terbawa dalam dunia yang ada didalam buku. Jika sedang boring ato sedih, buku dapat dengan mudah mengalihkan perhatianku.
Selain buku, laman penelusuran google pun jadi tempat kunjunganku jika sedang mencari informasi tentang sesuatu.
Beberapa koleksi buku-buku berat yang duniawi banget :-)
Buku-buku penyeimbang duniawi dan ukhrawi

Jumat, 07 Maret 2014

Lukisan Perasaan

Allahuakbar...!! Allahuakbar...!!!

Gema takbir lantang berkumandang, suara zikir semakin jelas terdengar, doa-doa dipanjatkan bahkan suara azan pun terdengar. Seorang gadis menangis tertahan agar tidak menambah panik penumpang yang lain. Akupun hanya bisa beristigfar, memohon ampun pada Penciptaku. Dalam zikir, wajah ibu selalu muncul, aku banyak salah kepada ibu, sering menyakiti hatinya, membebani pikirannya.
Sesekali ku lirik Mbak Anti, tangannya erat bersedekap, matanya rapat dan mulutnya tak berhenti komat kamit. Seorang bapak disamping kananku,  tepat disisi jendela tetap tenang menatap lurus kelangit-langit, tangannya bergerak-gerak tak beraturan.

Suara gemuruh itu datang lagi, badan pesawat terombang ambing, bergetar hebat kekanan dan kekiri. sesekali aku merasa pesawat sedang terjun bebas, terasa melayang seisi perut, namun tak lama badan pesawat perlahan naik dan kembali tenang. Suara zikir dan doa-doa terus terdengar. Tanganku basah, kakiku kaku, aku menggigil ketakutan. Dalam gelap aku menangkap kilatan cahaya lampu pesawat yang sedang mencoba menerobos awan hitam disekelilingnya.
"Ya Allah... inikah caraku meninggalkan duniaMu?" sekilas terbayang wajah kedua orangtua yang tadi sore melepas kepergianku.
"Apakah itu akan menjadi kali terakhir pertemuanku dengan mereka?" hatiku menjerit seakan tak rela. Aku belum bisa membahagiakan mereka. Ya, aku belum bisa memenuhi keinginan ibuku, permintaan yang akhir-akhir ini sering terucap dari mulutnya, permintaan yang jika terwujud mungkin akan mengurangi beban pikirannya.
Menikah. Itulah keinginan ibuku saat ini. Ibu sangat ingin agar aku segera menikah. Tapi aku tidak punya target kapan harus menikah. Selama ini aku percaya bahwa setiap makhluk didunia ini diciptakan berpasang-pasangan. "laki-laki baik untuk wanita yang baik, wanita baik untuk laki-laki yang baik. Begitu juga sebaliknya". Tapi kapan dan dimana, itu yang masih menjadi rahasia Illahi.

Kutahan airmata yang hampir meleleh. Kutarik nafas dalam-dalam "Ya Rabb,  ampuni dosa-dosaku. Aku pasrah" jeritku sambil terus berzikir.

Setengah jam sudah pesawat kami berputar-putar dalam gelap. Sebentar naik sebentar turun, penumpang pesawat masih diselimuti ketakutan. Perlahan-lahan getaran dipesawat mulai berkurang, sepertinya pilot sudah berhasil menemukan koordinat yang tepat untuk mendarat.
Lampu-lampu rumah dan jalanan terlihat membesar. Benar dugaanku, pesawat sebentar lagi akan landing. Jantungku mulai tenang. Ketika ban belakang pesawat mulai menyentuh tanah, seketika itu bergemuruhlah ucapan hamdalah memenuhi kabin pesawat. Dalam remang dapat kutangkap wajah-wajah pucat yang berseri kembali, wajah-wajah lelah yang penuh syukur. Alhamdulillah, pesawat mendarat dengan selamat di bandara Adi Sucipto Jogjakarta. Hujan lebat dan angin kencang menyambut kedatangan kami dikota ini.

Jadwal kami disini cukup padat. Aku, Mbak Anti, Mbak Dina dan Nira memilih hotel yang ada di Jl. Dagen Malioboro, agar dekat dengan objek-objek wisata dan tempat-tempat belanja.
Malam pertama di Jogja, aku ajak Nira untuk berjalan-jalan disepanjang Malioboro, melihat-lihat kreatifitas warga Jogja.
Nira senang sekali diajak jalan-jalan di Malioboro. Tangan dan matanya tak henti memperhatikan barang-barang yang ditawarkan. Walau masih shock dan lelah, namun aku senang melihat keceriaannya.
Aku sendiri bingung, belum ada barang yang memaksaku untuk memperhatikannya.

Ketika Nira asyik menawar selembar baju, mataku terpaku pada deretan lukisan mungil. Ada lukisan wajah, pemandangan di sawah, perabot rumah, abstrak, bunga dan lain-lain. Cukup kreatif. Hanya sepotong papan kecil namun bisa menjelma menjadi indah dengan adanya lukisan diatasnya. Kupandangi lukisan itu, sederhana namun indah. Memandangi lukisan-lukisan itu, mengingatkanku pada rumah impian bersama seseorang yang masing menjadi tanda tanya. Aku bayangkan jika lukisan itu dipajang diruang makan, pastilah suasana makan menjadi lebih berwarna. Tak perlu lama berpikir, kuputuskan untuk membeli tiga buah lukisan.

"Materi kita hari ini adalah tentang sirah Nabawiyah" terngiang suara mbak Laila di acara liqo beberapa bulan yang lalu. Mbak Laila bercerita bahwa Khadijah melamar Rasulullah saw karena sifat beliau yang amanah.
'Cerita ini menggambarkan bahwa tidak salah jika wanita yang terlebih dahulu mengungkapkan perasaan suka kepada laki-laki. Apalagi jika laki-laki yang dituju memang baik dan sholeh.'
Diliqo satu minggu yang lalu pun, dalam kajian tentang Pakaian Muslimah Mbak Laila juga berpesan kepada kami yang belum menikah agar memilih pasangan hidup yang sholeh. karena menikah bukan untuk sementara. Menikah adalah gerbang menuju surga. 'jangan sampai setelah menikah keimanan kalian berkurang. Carilah laki-laki yang akan membimbing kalian ke surga' kata Mbak Laila.
Aku miris teringat seorang teman yang tadinya istiqomah berbusana muslimah, namun setelah menikah, sedikit demi sedikit pakaiannya berubah menjadi minimalis. Disinilah harusnya peran suami agar mengembalikan istri pada hakikatnya. Namun dalam kisah ini, justru suaminyalah yang memintanya seperti itu.

"Hayoooo, melamunkan apa?" Tanya nira tiba-tiba
"Ah kamu.. hmm kenapa Nir?"
"Bagus yang mana bu" tanyanya sambil menating dua lembar baju
"yang pink oke" jawabku
Nira kelihatannya senang dengan pilihanku.
Kami akhiri jalan-jalan malam itu dengan baju berwarna pink.

Sepanjang jalan aku masih teringat lamunan yang baru saja mampir diotakku.
Rasulullah saw bersabda 'Laki-laki itu dipilih karena hartanya, keturunannya, fisiknya dan agamanya. Maka pilihlah yang agamanya baik'.

Aku sadar bahwa aku bukanlah wanita terbaik. Aku sadar bahwa aku banyak kekurangan, karena itu, aku berharap dia mau membimbingku memperbaiki diri disisa umurku, menuntunku menuju surgaNya. Membantuku mendidik dan membesarkan anak bersama-sama.

'kesempurnaan adalah ketika dua orang laki-laki dan perempuan yang memiliki kekurangan bersatu untuk saling melengkapi' kata Putri Herlina.

Bagiku pernikahan bukan hanya soal memenuhi keinginan orang tua, tapi jauh lebih dari itu. Bagiku pernikahan adalah gerbang menuju kehidupan yang lebih baik dan terfokus. Pernikahan adalah bagaimana aku menerima orang yang akan aku jadikan sebagai imam, pembimbingku menggapai ridho Illahi. Pernikahan adalah bagaimana aku menyiapkan ayah terbaik untuk anak-anakku kelak. Pernikahan adalah awal baru dalam hidup yang membawa kita pada kebersamaan dalam mengarungi sisa umur, dalam suka dan duka.



"Wanita ini,
tidaklah semulia Khadijah
tidaklah setaqwa Aisyah
Pun tidak setabah Fatimah
Justru hanyalah wanita akhir zaman
yang punya cita-cita, menjadi sholehah".


Pelaihari, 07 Maret 2014

Jumat, 14 Februari 2014

Syukur

Sore itu aku mencium bau menyengat ketika berwudhu. Kupikir, pasti ada binatang yang tercebur dan mati disumur. Tapi pikiran itu hanya lewat, tanpa kutindak lanjuti.
Seharian itu aku mandi, wudhu dan bersih-bersih dengan air yang masih bau. Anehnya, satu rumah hanya aku yang sepertinya merasa tentang bau itu.
Keesokan harinya, adikku yang baru saja datang juga berkomentar tentang air yang bau. Aku hanya tertawa, karena aku sudah menciumnya sejak kemarin. Dia langsung menuju sumur dan betapa terkejut ketika dia melihat seekor ular telah mengapung disumur. Kami berusaha mengeluarkannya, tapi sayang, ular yang sudah mati itu malah masuk semakin dalam ke air hingga tak terlihat lagi. Tak banyak yang bisa kami buat selain hanya menunggu ular itu mengapung lagi ke atas. Sementara ini kami harus bersabar, menggunakan air yang berbau.

Kejadian seperti ini sebenarnya sudah seringkali terjadi. Andai saja sedari awal sumur itu ditutup, mungkin ini tidak perlu terjadi. Kami tidak perlu repot memikirkan cara mengeluarkan bangkai binatang yang mati, tidak perlu menguras tandon air dan bak mandi, tidak perlu menggunakan air yang bau. Tapi itulah manusia, tempatnya lalai.

Satu lagi, tentang sebuah kabar buruk yang aku dengar. Seorang kenalan mengalami tabrakan persis didepan rumahnya. Beliau mengalami patah tulang kaki dan tangan sehingga harus dioperasi dan opname yang belum tahu sampai berapa lama.

Kita sering mengeluh atas keadaan yang menurut kita serba kekurangan, padahal mata hati kita luput melihat hal-hal kecil yang sehari-hari kita miliki. Ketika mendengar cerita tentang kecelakaan itu, seketika aku sadar aku masih beruntung seluruh tubuhku lengkap dan tak kurang sesuatupun. Alhamdulillah aku sehat. Alhamdulillah keluargaku sehat. Alhamdulillah kami bahagia. Alhamdulillah..
Kita seringkali memikirkan sesuatu yang tidak ada, namun tidak menyadari dan mensyukuri yang sudah ada. Seperti pengalaman air sumur yang sempat kemasukan ular, pelajaran yang dapat kita ambil adalah bahwa kita sering menyepelekan hal-hal kecil. Padahal hal kecil itu jika kecolongan, bisa membuat kita repot berhari-hari.

Untuk itu, mari kita menjaga dan lebih memperhatikan hal-hal kecil serta selalu bersyukur atas nikmat Allah yang mengisi detail hidup kita sehari-hari.