Pages

Assalamualaikum... Selamat datang di duniaku, enjoy my blog

Kamis, 27 Maret 2014

Jalan-jalan ke Bangkok, Thailand (Hari ke 5)

“Horor n Boring time”

Senin, 18 Nopember 2013

Hari ini sebenarnya sudah kehabisan tujuan, kami hanya mencari-cari tempat tujuan lain untuk mengisi kekosongan. Tapi yang pasti hari ini kami mau ke Wat Mahabut, horor time hiiiii...

Dari hotel kami langsung naik taxi ke Wat Mahabut dan diantar sampai ke halamannya. Suasana pagi di Wat Mahabut terasa lengang, sepi. Mungkin karena masih pagi ato karena ini hari senin. Walo begitu, kami menikmati saja suasana di Wat Mahabut. Tempat ini tak jauh beda dengan wat-wat lain yang sudah kami datangi, bentuk atap dan warnanya mirip. Kami berkeliling wat dengan santai. Berfoto-foto ria sambil mencari dimana letaknya Mae Nak Shrine yang legendaris itu.



Kami semakin masuk ke dalam. Di tempat yang agak menjorok dan terpencil ternyata disitulah letaknya Mae Nak Shrine yang kami cari-cari. Tanpa buang waktu kami mendekati tempat itu. Lumayan serem, tapi karena ada beberapa orang yang berjualan, kami jadi sedikit tenang. Di depan tempat ini terdapat beberapa kursi, foto-foto Mae Nak dan altar yang dipenuhi bunga.


Aku mencoba masuk kedalam untuk melihat-lihat. Dibagian kanan terdapat serangkaian uang yang digantung mengelilingi sebuah pohon. Itu adalah uang lotere yang diundi setiap malam jum’at disana. Disamping kiri ada ibu-ibu berjualan mainan dan baju anak, serta baju wanita dewasa. Aku bertanya apakah boleh aku masuk dan mengambil foto? Si ibu menjawab bahwa tidak boleh mengambil foto di bagian dalam. Dwi pun menunjukkan tanda yang menyatakan bahwa tidak boleh mengambil foto didalam.


Dari jauh ku perhatikan suasana di dalam sangat tenang dan sepi. Aku melihat ada patung wanita sedang duduk. Dibelakangnya ada lemari pakaian dengan kaca bening, sehingga kita bisa melihat isi lemari, yaitu beberapa pakaian wanita. Di depan patung terdapat mobil-mobilan besar mainan untuk anak berusia balita. Dibagian dinding terdapat banyak foto-foto Mae Nak. Tak berani masuk akhirnya kami foto-foto diluar saja.

Ini nih pose yang paling aku suka.


Ini nih pose Dwi.


(Sorry ya, ga sukses merotasi :(... )


Setelah puas melihat-lihat dan berfoto, kami lanjut ke arah seberang, sepertinya ada jalan ke sungai. Sepanjang jalan menuju sungai banyak terdapat orang berjualan ikan, katak dan belut. Juga ada yang berjualan makanan burung. Selain itu juga banyak terdapat ember-ember yang kami tidak tau untuk apa.

Sesampai di tepi sungai, kami memilih duduk tidak jauh dari orang-orang yang  berjualan. Tempatnya nyaman, sejuk namun tetap saja aku sadar diri bahwa ini adalah sungai Prakanong yang menyimpan kisah misteri.



Disekitar tepi sungai masih terdapat sisa-sisa krathong tadi malam. Ada bunga dan lilin warna warni. Disana juga terdapat banyak burung. Tak lama datanglah dua orang cowok dan cewek membawa sebuah ember. Mereka berdoa kemudian menumpahkan air didalam ember ke sungai. Mereka juga memberi makan burung-burung yang ada disana. Setelah mengabadikan beberapa momen kami disana, waktunya untuk jalan-jalan ketempat lain.

Sebelum keluar Wat Mahabut, kami sempat berfoto didepan kuburan dan di tempat-tempat unik lainnya. Kami juga menemukan seorang peminta-minta. Kami beri dia uang 1 Baht yang dia sambut dengan doa yang panjang lebar. Entahlah apa doa yang diucapkan, namun aku berharap, doa itu adalah doa yang baik-baik saja :D.

Sepertinya itu perahu Mak

Beberapa patung dewa dengan wadah koin didepannya.



Tujuan selanjutnya adalah Siam Discovery, untuk masuk Siam Ocean World.
Dari Wat Mahabut kami menyetop taksi ke BTS Prakanong menuju BTS Siam.


Naaah, di dalam BTS ini aku sempat berpose untuk turis dari Jepang, kamipun sempat berfoto bersama. Turun dari BTS Siam kami langsung menuju Siam Discovery. Di depan pintu saya bertanya dengan satpam dan si Satpam dengan cepat dan mantap menunjukkan jalan ke Siam Ocean World.



 Dwi ngejar gebetan tuh.. Prikitiewww...


Kalo yang ini, baru gebetan ku :D

Sampai di loket, aku langsung bertanya berapa HTM Siam Ocean World. Si mbak-mbak penjaga loket menjawab 900 baht. Oh no.. mahal cin. Harusnya jika niat kesana sejak awal, kami harus kesana pada hari yang sama dengan hari kami masuk ke Madame Tussauds karena akan mendapatkan potongan harga. Tapi karena Siam Ocean World memang tidak kami jadwalkan sehingga tidak terhitung biaya kesana. Alhasil kami hanya berfoto-foto diluar dengan patung-patung binatang laut.


 



Setelah bete, kami segera keluar mencari tujuan lain. Aku teringat dengan tawaran yang ada di Map Bangkok. Ya.. kami putuskan berjalan kaki ke Central World. Sampai di CW masih kosong, mungkin karena pagi, mungkin juga karena CW ini masih baru. Kami bolak balik mencari tempat The Rink Ice Arena di lantai I Forum Zone. Bertanya ke security dan ibu-ibu yang berjualan disana, tapi mereka tidak tau. Jadinya kami hanya duduk-duduk di koridor.





Aku melihat ada sekelompok pengunjung berwajah chinese sedang berpose di photobox. Aku tanya mereka apakah gratis? Mereka menjawab iya. Akupun berdiri disana menunggu mereka selesai berfoto. Ketika tiba giliranku, aku bebas berekspresi sendiri yang tanpa kusadari mereka mengintip dari belakang. Ketika kutanya ada apa, mereka menjawab ingin berfoto bersama denganku. Dengan senang hati aku terima permintaan mereka. Kamipun berfoto ber lima. Ternyata mereka berasal dari Taiwan satu keluarga, nenek, ibu dan dua saudara.





Setelah sepi, aku ajak Dwi yang duduk agak jauh dari tempat photobox untuk berfoto.

Lelah berkeliling kami bersiap pulang ke hotel. Hari terakhir ini karena tidak ada tujuan maka kami putuskan untuk tidur siang saja di hotel. Yah, sekali-sekali lah tidur siang dinegara orang... Muantaaap.

Bangun sore hari kami berkeliling disekitar Sukhumvit 97 untuk mencari mangga buat bekal besok dalam perjalanan pulang.. hiks... sedih... :(

2 komentar :

Vera Tetteng mengatakan...

Aku tunggu tulisannya sampe selesai... hehehe. next trip, kita ke India.

Vera Tetteng mengatakan...

Salut.. km trip ke tempat tempat yang aku sendiri gak tau. Mae Nak Shrine? kalau gak baca ini mungkin aku ga tau sama sekali tink. hahaha... semacam tempat mistis ya?