“Horor n Boring time”
Senin, 18 Nopember 2013
Hari
ini sebenarnya sudah kehabisan tujuan, kami hanya mencari-cari tempat tujuan
lain untuk mengisi kekosongan. Tapi yang pasti hari ini kami mau ke Wat
Mahabut, horor time hiiiii...
Dari
hotel kami langsung naik taxi ke Wat Mahabut dan diantar sampai ke halamannya.
Suasana pagi di Wat Mahabut terasa lengang, sepi. Mungkin karena masih pagi ato
karena ini hari senin. Walo begitu, kami menikmati saja suasana di Wat Mahabut.
Tempat ini tak jauh beda dengan wat-wat lain yang sudah kami datangi, bentuk
atap dan warnanya mirip. Kami berkeliling wat dengan santai. Berfoto-foto ria
sambil mencari dimana letaknya Mae Nak Shrine yang legendaris itu.
Kami
semakin masuk ke dalam. Di tempat yang agak menjorok dan terpencil ternyata
disitulah letaknya Mae Nak Shrine yang kami cari-cari. Tanpa buang waktu kami
mendekati tempat itu. Lumayan serem, tapi karena ada beberapa orang yang
berjualan, kami jadi sedikit tenang. Di depan tempat ini terdapat beberapa
kursi, foto-foto Mae Nak dan altar yang dipenuhi bunga.
Aku
mencoba masuk kedalam untuk melihat-lihat. Dibagian kanan terdapat serangkaian
uang yang digantung mengelilingi sebuah pohon. Itu adalah uang lotere yang
diundi setiap malam jum’at disana. Disamping kiri ada ibu-ibu berjualan mainan
dan baju anak, serta baju wanita dewasa. Aku bertanya apakah boleh aku masuk
dan mengambil foto? Si ibu menjawab bahwa tidak boleh mengambil foto di bagian
dalam. Dwi pun menunjukkan tanda yang menyatakan bahwa tidak boleh mengambil
foto didalam.
Dari
jauh ku perhatikan suasana di dalam sangat tenang dan sepi. Aku melihat ada
patung wanita sedang duduk. Dibelakangnya ada lemari pakaian dengan kaca bening,
sehingga kita bisa melihat isi lemari, yaitu beberapa pakaian wanita. Di depan
patung terdapat mobil-mobilan besar mainan untuk anak berusia balita. Dibagian
dinding terdapat banyak foto-foto Mae Nak. Tak berani masuk akhirnya kami foto-foto diluar saja.
Ini nih pose Dwi.
Setelah
puas melihat-lihat dan berfoto, kami lanjut ke arah seberang, sepertinya ada
jalan ke sungai. Sepanjang jalan menuju sungai banyak terdapat orang berjualan
ikan, katak dan belut. Juga ada yang berjualan makanan burung. Selain itu juga
banyak terdapat ember-ember yang kami tidak tau untuk apa.
Sesampai
di tepi sungai, kami memilih duduk tidak jauh dari orang-orang yang berjualan. Tempatnya nyaman, sejuk namun
tetap saja aku sadar diri bahwa ini adalah sungai Prakanong yang menyimpan
kisah misteri.
Disekitar
tepi sungai masih terdapat sisa-sisa krathong tadi malam. Ada bunga dan lilin
warna warni. Disana juga terdapat banyak burung. Tak lama datanglah dua orang
cowok dan cewek membawa sebuah ember. Mereka berdoa kemudian menumpahkan air
didalam ember ke sungai. Mereka juga memberi makan burung-burung yang ada
disana. Setelah mengabadikan beberapa momen kami disana, waktunya untuk
jalan-jalan ketempat lain.
Sebelum keluar Wat Mahabut, kami sempat berfoto
didepan kuburan dan di tempat-tempat unik lainnya. Kami juga menemukan seorang
peminta-minta. Kami beri dia uang 1 Baht yang dia sambut dengan doa yang
panjang lebar. Entahlah apa doa yang diucapkan, namun aku berharap, doa itu
adalah doa yang baik-baik saja :D.
Sepertinya itu perahu Mak
Beberapa patung dewa dengan wadah koin didepannya.
Tujuan
selanjutnya adalah Siam Discovery, untuk masuk Siam Ocean World.
Dari
Wat Mahabut kami menyetop taksi ke BTS Prakanong menuju BTS Siam.